JAKARTA - Setelah mendapat tekanan terus menerus dari Partai Golkar, kini sejumlah pengurus inti Partai Demokrat angkat bicara.
Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menegaskan adanya kontrak politik antara partai koalisi. Didi mempertanyakan gerak-gerik partai koalisi yang kerap bertindak di luar komitmen koalisi.
"Kesetiaan mendukung Presiden SBY sampai 2014, sebagaimana yang dilontarkan oleh kader Golkar dan PKS hendaknya konkret, bukanlah kesetiaan yang dua kaki. Berbeda antara omongan dan perbuatan," kata Didi kepada okezone, Senin (9/1/2012).
Menurutnya, kesepakatan koalisi untuk mendukung pemerintahan Presiden SBY acapkali dilanggar dengan melakukan kampanye negatif yang terus mengarah ke seputaran Istana.
"Bagaimana bisa dibilang setia kalau ternyata acapkali mengancam dengan hak menyatakan pendapat dan hak interpelasi terhadap sesuatu yg jelas-jelas secara nyata tidak ada pelanggaran hukum. Contoh hasil audit Century oleh BPK, jelas dan konkret bahwa tuduhan mereka selama ini ternyata keliru. Mari hormati hukum," tegas Ketua DPP Demokrat bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum ini.
Karena itu, Demokrat berharap, parpol koalisi kembali meninjau posisinya. Bila terus merongrong pemerintahan, Demokrat legowo kehilangan satu-dua parpol koalisi.
Bangunan koalisi, menurut Didi seharusnya dimaknai sebagai persamaan sikap politik dalam pengambilan keputusan yang strategis di DPR. Apabila hal tersebut dilanggar maka koalisi akan sia-sia.
"Anggota koalisi harus menghormati fatsun dan moral politik. Bila ada parpol yang tidak at home di koalisi, seringkali berbeda pendapat, maka akan sangat terhormat bila mundur dan bersikap sebagai oposisi tulen yang solutif," pungkasnya.
Didi menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,5 persen akan terganggu bila energi yang terkuras hanya dihabiskan karena ada anggota koalisi yang terus mengganggu pemerintah untuk kepentingan politiknya.
"Seyogianya koalisi bisa solid dan memikirkan perbaikan dan kesejahteraan bangsa ke depan, apalagi kita yang sedang berada pada momentum yang baik dalam pertumbuhan ekonomi. Mari kita fojus dan bekerja pada kepentingan rakyat," ujarnya.
(ded)