tragedi sukhoi

Demokrat: Bila Tak Nyaman di Koalisi, Silakan Oposisi

Ferdinan - Okezone
Senin, 9 Januari 2012 08:39 wib
Partai Demokrat (Foto: Dok Okezone)
Partai Demokrat (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Setelah mendapat tekanan terus menerus dari Partai Golkar, kini sejumlah pengurus inti Partai Demokrat angkat bicara.

Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menegaskan adanya kontrak politik antara partai koalisi. Didi mempertanyakan gerak-gerik partai koalisi yang kerap bertindak di luar komitmen koalisi.

"Kesetiaan mendukung Presiden SBY sampai 2014, sebagaimana yang dilontarkan oleh kader Golkar dan PKS hendaknya konkret, bukanlah kesetiaan yang dua kaki. Berbeda antara omongan dan perbuatan," kata Didi kepada okezone, Senin (9/1/2012).

Menurutnya, kesepakatan koalisi untuk mendukung pemerintahan Presiden SBY acapkali dilanggar dengan melakukan kampanye negatif yang terus mengarah ke seputaran Istana.

"Bagaimana bisa dibilang setia kalau ternyata acapkali mengancam dengan hak menyatakan pendapat dan hak interpelasi terhadap sesuatu yg jelas-jelas secara nyata tidak ada pelanggaran hukum. Contoh hasil audit Century oleh BPK, jelas dan konkret bahwa tuduhan mereka selama ini ternyata keliru. Mari hormati hukum," tegas Ketua DPP Demokrat bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum ini.

Karena itu, Demokrat berharap, parpol koalisi kembali meninjau posisinya. Bila terus merongrong pemerintahan, Demokrat legowo kehilangan satu-dua parpol koalisi.

Bangunan koalisi, menurut Didi seharusnya dimaknai sebagai persamaan sikap politik dalam pengambilan keputusan yang strategis di DPR. Apabila hal tersebut dilanggar maka koalisi akan sia-sia.

"Anggota koalisi harus menghormati fatsun dan moral politik. Bila ada parpol yang tidak at home di koalisi, seringkali berbeda pendapat, maka akan sangat terhormat bila mundur dan bersikap sebagai oposisi tulen yang solutif," pungkasnya.

Didi menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,5 persen akan terganggu bila energi yang terkuras hanya dihabiskan karena ada anggota koalisi yang terus mengganggu pemerintah untuk kepentingan politiknya.

"Seyogianya koalisi bisa solid dan memikirkan perbaikan dan kesejahteraan bangsa ke depan, apalagi kita yang sedang berada pada momentum yang baik dalam pertumbuhan ekonomi. Mari kita fojus dan bekerja pada kepentingan rakyat," ujarnya.

(ded)

  • sholihuddin » 0 Tanggapan
    Siapa yang teriak demi perbaikan NKRI maka saya angkat topi dan orang tersebut mendapat tempat yang terhormat, tapi sangat sedikit orang yang teriak demi perbaikan dan yang sedikit inipun bukan orang politisi. Ingat orang yang berlomba -lomba dan ambisi mencari jabatan, tentu perlu modal kalau sudah keluarkan modal tentu orang tersebut berpikir bagamana mengembalikan modal dan pada ujungnya tentu sistem dagang akan diberlakukan, ah tentu saja mencari keuntungan yang sebesar - besarnya sesuai dengan teori Ekonomi ......ha...ha ...ha. stop diskusi tanpa bukti dan hanya akan menciptakan perbedaan tanpa ada solusi. Ingat kecurangan bukan hanya menghancurkan orang lain tapi juga akan menhancurkan diri sendiri, semua terbukti sejak jaman jahiliyah. terima kasih semoga komentar ini bermanfa'at bagi manusia terutama bagi politisi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Wahyudi » 0 Tanggapan
    Golkar n PKS munafik...bambang soesatyo pembual..jijik liat org kayak dia, ke neraka aja loe BangSat(bambang Soesatyo)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • SERO » 0 Tanggapan
    Memangnya NEGARA & BANGSA yg kita milikki ini dimilikki oleh PARTAI tertentu atau institusi tertentu kayak POLISI/BRIMOB RI,kalau ucapan2x PEJABAT2X seperti nada menantang ini sebenarnya tdk baik & memberikan contoh buruk bagi RAKYAT,berisfatlah yg legowo,jgn ADIGANG,ADIGUNG,ADIGUNA,..banyak kasus besar yg hrs diselesaikan dgn persatuan & kesatuan,jika main sendiri & individual(KEPARTAIAN) RAKYAT akan muak ,akibatnya tdk baik,misalnya: seperti kasus pembunuhan & penembakkan di SAPE/BIMA atau PAPUA atau tempat lainnya yg tejadi pelanggaran HAM Berat jika ini dilaporkan ke MAHKAMAH INTERNATIONAL HAM di BRUSEEL DENMARK akibatnya buruk bagi orang tertentu mulai KAPOLRI s/d PRESIDEN akan kena RAKYAT INDONESIA jg merasakan jadi sadarlah HAI MULUT2X PEJABAT kalau berkata2x
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Matrox » 0 Tanggapan
    Negeri Ini ga bakalan berubah...... karena korupsi sudah dijadikan budaya dan diajarkan turun temurun....32 th golkar berkuasa.... dari sanalah dasar pendidikan yang menghasil orang orang seperti sekarang di pemerintahan...jadi...sekarang kalau ingin bangsa ini maju.. kalian pemimpin yang gagal dengan jantan mengudurkan diri...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • nurdin z » 0 Tanggapan
    seharusnya partai demokrat tidk harus gusar dikeritisi atau diancam dengan interplasi jika ternya kuat disetgab koalisi..................................santai saja.....p a k........!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.