Pinisi UNM Masih Butuh Rp50 M

|

Image: corbis.com

Pinisi UNM Masih Butuh Rp50 M
MAKASSAR - Universitas Negeri Makassar (UNM) mengajukan anggaran Rp50 miliar untuk merampungkan Menara Pinisi, termasuk melengkapi interior dan mobiler. Fisik gedung megah berlantai 17 yang menyerupai perahu Pinisi ini dijadwalkan rampung akhir tahun ini.

Rektor UNM Prof Dr Arismunandar mengungkapkan, saat ini pembangunan fisik Menara Pinisi yang terletak di Jalan AP Pettarani sudah mencapai 70 persen.

Gedung yang memiliki arsitektur unik ini diperkirakan akan rampung pada akhir tahun. Hanya, kata dia, masih terkendala anggaran untuk pengadaan interior dan mobiler.

"Interior untuk sekat ruangan menggunakan bahan yang mahal sesuai standar untuk bangunan ini, termasuk mobilernya. Jadi, kami masih butuh Rp50 miliar," kata Arismunandar baru-baru ini.

Saat ini, kata dia, UNM telah mengajukan permohonan anggaran kepada pemerintah pusat untuk dialokasikan dalam APBN Perubahan 2012. Dia berharap, pemerintah pusat memberikan skala prioritas pada gedung yang menjadi ikon baru di Sulsel ini.

Guru besar bidang manajemen pendidikan ini mengatakan, kebutuhan gedung sudah mendesak di UNM, khususnya untuk perkuliahan dan laboratorium. Jumlah mahasiswa UNM tak sebanding dengan gedung yang tersedia. "Kita berharap APBN Perubahan untuk interior dan mobiler," ujar Arismunandar.

Dia mengatakan, jika pemerintah pusat belum mengucurkan anggaran dalam waktu dekat ini, maka mobiler yang ada akan digunakan sementara. Hal ini dimaksudkan untuk menutupi kebutuhan ruangan yang semakin mendesak. "Semester ganjil 2012 sudah bisa digunakan untuk perkuliahan menggunakan mobiler yang ada," ujar dia.

Selain Menara Pinisi, beberapa gedung fakultas di UNM juga akan dibangun tahun ini antara lain Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Teknik (FT).
"Setelah Pinisi ini, selanjutnya gedung di tingkat fakultas dan unit-unit kerja di UNM. Kita butuh ruang laboratorium dan ruang kerja dosen yang memadai," kata dia.

Selain Pinisi dan gedung fakultas, UNM juga tengah membangun gedung pascasarjana, tidak jauh dari Menara Pinisi. Sementara, khusus gedung FMIPA yang direncanakan berlantai 13 akan mulai dibangun pada April tahun ini.

Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA UNM Dr Ramli Umar mengungkapkan, gedung yang terletak di Kampus Parangtambung tersebut akan menggunakan anggaran Rp1,5 triliun. "Tahap awal kami butuh Rp30 miliar yang dilelang secara nasional," ujar Ramli Umar.

Arismunandar berharap, sejumlah fasilitas perkuliahan yang dibangun di UNM dalam empat tahun terakhir ini akan berdampak positif terhadap kualitas alumni yang pada akhirnya pendidikan di Sulsel dan kawasan timur Indonesia (KTI) akan lebih baik. UNM bertekad menjadikan kampus eks-IKIP UP ini terkemuka di KTI. (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menteri Jokowi-JK Tak Boleh Gelar Seremoni