UII PTS Terbaik di Yogyakarta

Ilustrasi: ist.

 UII PTS Terbaik di Yogyakarta
YOGYAKARTA – Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta diklaim sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di DIY dan nomor dua secara nasional 2012.

Prestasi tersebut merujuk pernyataan 4 International College and University (4ICU), yaitu lembaga pemeringkat perguruan tinggi di dunia. UII secara nasional berada di urutan ke-13. Raihan UII hanya kalah dari Universitas Gunadarma, Jakarta, yang menempati peringkat keempat atau pertama sebagai PTS terbaik di Indonesia.

”Posisi UII ini meningkat lima peringkat dibandingkan tahun lalu. Saat itu UII berada di posisi ke-18,” ujar Rektor UII Eddy Suandi Hamid kemarin.

Selain itu, peringkat UII tersebut juga berada di atas perguruan tinggi terkemuka negeri maupun swasta. Seperti Universitas Brawijaya, Malang, dan Universitas Sriwijaya, Palembang.

Bahkan di DIY, UII hanya kalah oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menempati peringkat ketiga nasional, di bawah Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI). ”Capaian ini membuktikan konsistensi UII sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di DIY,” ujar Eddy.

Menurut Eddy, meski pemeringkatan ini sebagai benchmarking dalam upaya pengembangan pelayanan kampus, dia menegaskan hal itu bukan tujuan utama UII. Itu karena rektorat tidak mengejar peringkat, melainkan memberikan penguatan kepada badan dan unit terkait sehingga kampusnya dapat memenuhi standar internasional.

”Dengan mencapai standar nasional akan mudah bagi UII untuk berpartisipasi dalam pendidikan kelas dunia, sesuai visi dan misi UII,” katanya.

Koordinator capaian web UII Iwan Pranasaksi mengatakan, dalam melakukan pemeringkatan perguruan tinggi pihak 4ICU menggunakan algoritma dan tiga mesin pencari independen. Mesin pencari yang dimaksud google page rank, majestic, dan alexa traffic rank.

Google page rank adalah perhitungan backlink dari web lain berbentuk algoritma rangking. Majestic yaitu jumlah tautan eksternal web dan alexa traffic rank merupakan penilaian berdasarkan jumlah kunjungan web sedunia.

”Parameter ini berbeda dengan pemeringkatan yang dilakukan webometrics yang melakukan penilaian berdasarkan empat parameter, yaitu size, visibility, rich files, dan scholarship,” ujarnya. (priyo setyawan/koran si) (rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pembantu yang Bunuh Balita Sempat Keluhkan Kenakalan Anak