tragedi sukhoi

Menyeimbangkan Intelektual, Spiritual, dan Material

Selasa, 10 Januari 2012 15:00 wib
Irman Gusman
Irman Gusman

Siapa yang tidak kenal dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman. Selain dikenal sebagai seorang pengusaha, Irman juga kini aktif membidangi peran serta senat versi Indonesia ini.

Sedikit, Irman menjelaskan bagaimana sejarah dia hingga akhirnya terjun ke dunia politik seperti sekarang ini. Berikut kutipan wawancaranya yang diambil dari Koran Seputar Indonesia.

KAPAN pertama kali terjun ke dunia politik?
Awal reformasi, tahun 1999. Waktu itu saya diusung Fraksi TNI untuk daerah Sumatera Barat. Kebetulan saya juga berlatar belakang aktivis kampus. Saya pernah jadi ketua senat Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Politisi biasanya suka membaca buku. Memang begitu?
Tentu saja. Buku adalah gudangnya ilmu, wawasan. Saat ini buku yang sedang say abaca mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Steve Jobs. Buku-buku itu saya beli sebelum Steve Jobs meninggal. Bagi saya Steve Jobs adalah tokoh fenomenal. Dia seorang great entrepreneur. Mampu mengubah teknologi menjadi lifestyle. Menjadikan sebuah teknologi itu friendly. Menjadi bagian dari kehidupan kita. Hidup menjadi semakin mudah.

Steve Jobs salah satu tokoh yang mengispirasi Anda?
Ya, tentu. Tapi dalam kehidupan yang paling banyak memberi inspirasi tentu orang tua. Orang tua saya seorang pendidik sekaligus penguasa. Antara intelektual, spiritual itu seimbang. Three in one. Orang tua saya yang menanamkan nilai-nilai intelektual dan meletakkan dasar hingga saya menjadi seperti sekarang. Hubungan saya dengan orang tua lebih banyak komunikasi dua arah. Orang tua saya demokratis dan egaliter. Menjadikan saya seperti sahabat. Ada orang tua bisa menjadi kawan, teman, dan sahabat. Saya juga menganut hal yang sama. Nah, saya juga memberi kebebasan kepada anak saya. Dua anak saya sekolah di international school di sini. Kami komunikasi melalui skype. Kalau berdiskusi walau ngotot tetap harmonis. Dengan istri, saya juga sudah ngobrol politik. Istri saya orangnya luwes. Jadi nyambung diajak bicara apapun, termasuk soal politik.

Apa saja kegiatan Anda sekarang di luar kesibukan sebagai ketua Dewan Perwakilan Daerah?
Posisi ketua DPD ini sudah menjadi bagian utama dari kehidupan saya. Sebagai ketua DPD, saya terus berhubungan dengan 132 anggota dan pejabat penyelenggara Negara lainnya. Spektrumnya luas. Interaksi kami bisa dibilang 24 jam terus bergelut dengan dinamika persoalan masyarakat daerah. Bahkan di akhir pecan pun saya kerap kali menghadiri undangan diskusi dan dialog. Tentu mesti  pintar-pintar meluangkan waktu untuk keluarga di saat mereka libur ikut kunjungan ke daerah.

Stamina Anda oke juga ya….
Alhamdulillah. Kapan pun ada waktu luang, saya berolahraga, terutama fitness. Saya bergabung di sebuah klub kebugaran. Kadangkala saya bermain tennis dan berenang. Kalau golf sekarang saya sudah tidak punya waktu seperti dulu.

Hobi Anda olahraga?
Saya tipe orang yang sangat menikmati pekerjaan. Jadi saya menjadikan pekerjaan seperti hobi. Berdialog dan berdiskusi juga hobi. Jadi berinteraksi dengan berbagai macam karakter orang adalah pekerjaan yang harus kita senangi.

Suka musik?
Saya senang menyanyi. Kalau ada lagu-lagu baru yang enak pasti liriknya saya catat. Sekarang saya sedang senang dengan lagu Once yang berjudul Kucinta Kau, yang dulu dibawakan BCL (Bunga Citra Lestari). Saya juga senang lagu Ari Lasso yang berjudul Aku dan Dirimu. Awalnya anak-anak saya yang memutar lagunya eh saya ikut senang. Kalau band, saya suka Ungu, Peterpan, dan Samsons. Lagu mereka itu bagus banget (Irman lalu menyenandungkan lagu Kenangan Terindah dari Samsons). Kalau lagu-lagu lama, saya senang Broery Marantika. Banyak juga lagu Barat yang jadi favorit saya.
(Koran SINDO//ahm)