JAKARTA - Orangtua siswa SDN 02 Ceger, Cipayung, Jakarta Timur mengeluhkan adanya pungutan biaya sebesar Rp150 ribu untuk pembangunan gedung laboratorium komputer sekolah.
"Untuk kemajuan pendidikan, sebenarnya kami tidak keberatan. Tapi pembangunan gedung laboratorium siswa harus bayar, padahal kan sudah di tanggung unit terkait," kata seorang orangtua murid, Wanda, kepada wartawan, Rabu (11/1/2012).
Menurutnya iuran pembangunan laboratorium ini dibebankan kepada seluruh semua siswa, dari kelas 1 sampai 6. "Jumlah siswa ada sekitar 400-an dan mereka dimintai Rp 150 ribu," jelasnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SDN 02 Ceger, Suryana membantah telah melakukan pungutan terhadap siswa untuk pembangunan gedung laboratorium komputer dan selama ini anggaran pembangunannya dari para donatur.
"Namun dari hasil pertemuan dengan para orangtua murid, mereka sepakat menyumbang Rp150 ribu per siswa. Itupun sifatnya hanya sukarela, tidak ada paksaan, tidak menyumbang juga tidak apa-apa," paparnya.
Dia mengatakan sumbangan ini, tadinya ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak didik, terutama dalam memajukan pelajaran tekonologi dan informatika. Saat ini, pembangunan laboratorium komputer terhenti karena kehabisan dana.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.