JAKARTA - Curah hujan yang mulai tinggi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya membuat pemerintah provinsi mulai meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi banjir, yang sudah menjadi bencana rutin di ibu kota.
Hari ini Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo meninjau insfraktuktur pengendalian banjir, yaitu pompa di kawasan Tol Soediyatmo dan kawasan Kelapa Gading.
"Banjir tidak bisa diprediksi secara pasti, besar dan datangnya kapan. Oleh karena itu seluruh jajaran pemprov terkait harus siaga 24 jam," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, kepada wartawan, Kamis (12/1/2012).
Menurutnya, selain sarana prasarana pengendalian banjir, pemerintah setempat juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu waspada. “Setidaknya untuk mengurangi atau mencegah munculnya kekhawatiran yang berlebihan dari masyarakat," ungkapnya.
Dia menjelaskan, sejauh ini Pemprov telah menyelesaikan sejumlah proyek dan program untuk meningkatkan kemampuan pengendalian banjir. "Harapan, meski hujan tahun ini diperkirakan tinggi, intesitas dan lokasi yang terancam bisa jauh lebih berkurang," paparnya.
Salah satu pengendalian yang telah beroperasi seperti Banjir Kanal Timur (BKT) yang panjanganya mencapai 23,5 Km akan mengurangi 13 kawasan yang akan tergenang banjir, terutama di wilayah Jakarta Timur.
Pemprov juga siap mengoperasikan sebanyak 341 unit pompa yang tersebar di 120 lokasi yang rawan banjir, dengan total kapasitas 356,95 meter kubik per detik.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.