Kampus Mesti Tegakkan Nurani Kebenaran

|

Ilustrasi : ist.

Kampus Mesti Tegakkan Nurani Kebenaran
YOGYAKARTA – Peristiwa kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini, seperti kasus Sodong, Mesuji, Bima ,sandal jepit, dan meninggalnya tahanan di sel menjadi perhatian serius Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Kasus-kasus itu dikhawatirkan akan menciptakan efek domino yang menular disertai efek bola salju yang semakin membesar dan akhirnya sulit dikelola. ”Atas dasar itu, kami (UII) memandang perlu untuk memberikan masukan-masukan kepada pihak-pihak terkait dalam rangka mencari solusi menangani isu-isu tersebut,” kata Rektor UII, Eddy Suandi Hamid.

Menurut Edi, kasus-kasus tersebut terjadi karena ketidakpuasan masyarakat terhadap aparat penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan maupun kehakiman. Sebab, mereka dianggap telah melukai rasa keadilan masyarakat karena terkesan pisau hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

”Oleh karena itu, fokus pembangunan hukum harus bergeser ke pembangunan aparat hukum, baik yang menyangkut kompetensi, skill, disiplin, profesionalisme, independensi, maupun moralitas dan integritas,” papar Edy.

Selain itu, perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak intelektual dan berkepribadian Pancasila juga harus menjadi garda terdepan dalam menegakkan nurani kebenaran dan keadilan. Perguruan tinggi tidak boleh tidur ketika melihat nurani rakyat terkoyak karena hilangnya rasa keadilan.

"Perguruan tinggi harus menyuarakan nurani silent majority tersebut, tidak hanya berkutat dengan dunia akademik,” katanya. (priyo setyawan) (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ke depan, Jakarta Marathon Bisa seperti Paris Marathon