Bandung Perlu 20 Alat Pencacah Sampah

|

Image: corbis.com

Bandung Perlu 20 Alat Pencacah Sampah

BANDUNG - Mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) membuat mesin pencacah sampah organik. Hasil cacahan mesin ini bisa membuat sampah organik menjadi pupuk kompos.

 

Fanit Akmal, salah seorang anggota tim pembuat mesin pencacah, menyebutkan mesin pencacah sampah selesai dibuat pada Oktober 2011 dan memakan waktu pembuatan sekira lima bulan oleh 15 sampai 20 mahasiswa teknik mesin ITB. Mesin tersebut telah diuji coba untuk mengatasi sampah organik di Pasar Suci Bandung sejak November 2011.

 

"Cara kerja mesin adalah mencacah sampah organik untuk mengjadikan kompos," kata Fanit, dalam jumpa pers Mechanical's Charity Act (Mecha) 2012 di Kampus ITB, Bandung, Kamis (12/1/2012).

 

Biaya pembuatan mesin pencacah sampah mencapai sekira Rp15 juta. Mesin pencacah sampah tersebut berukuran tinggi 1,5 meter dengan lebar 1,5x1 meter. Motor penggeraknya menggunakan tenaga diesel. Kapasitasnya bisa mencacah sampah hingga satu ton selama 24 jam.

Fanit menambahkan, pencacah sampah tersebut baru berupa prototipe. Rencananya, mesin tersebut akan diperbanyak untuk mengatasi sampah organik di Kota Bandung.

"Untuk mengatasi sampah di Kota Bandung, kira-kira diperlukan 20 mesin lagi," ujarnya.

 

Rencananya, dalam puncak acara Mecha 2012 pada 29 Januari mendatang, mesin tersebut akan disumbangkan kepada Dinas Kebersihan Kota Bandung.

Fanit, yang dalam Mecha 2012 menjadi wakil ketua penyelenggara acara itu menjelaskan, salah satu permasalahan di Kota Bandung adalah sampah. Bandung memiliki banyak TPS namun tidak memiliki TPA.

"Maka kami membuat mesin pencacah sampah ini pertama-tama untuk mengatasi sampah organik dulu. Ke depan, kami juga tengah membuat grand design untuk mengatasi masalah sampah non organik," ungkap mahasiswa angkatan 2008 itu.

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    SDA Yakin Muktamar Jakarta Sah