Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tanah Retak 15 Meter, Warga Karanganyar Ngungsi

Genta Wahyu , Jurnalis-Jum'at, 13 Januari 2012 |03:20 WIB
Tanah Retak 15 Meter, Warga Karanganyar Ngungsi
Ilustrasi Foto:portalnesia.com
A
A
A

KARANGANYAR - Tanah di Dusun Guyon,Desa Tengklik,Tawangmangu, Karanganyar, retak sepanjang 15 meter dengan lebar 2,5 centimeter.

Kondisi tersebut membuat warga cemas dan ada sebagian warga yang memutuskan untuk meninggalkan rumahnya ketempat yang lebih aman.

Salah seorang warga, Sumanto, mengatakan bertambahnya keretakan tanah di kampungnya itu mulai terjadi saat hujan turun dua hari lalu.

Meski intensitas hujan yang turun tidak terlalu lama dan deras, namun tanah yang sebagian besarnya mulai terkikis itu lambat laun mulai melebar.

“Padahal saat itu hujannya cuma gerimis saja, maklum saja lah kondisi ini sudah berlangsung lama. Jadi semakin hari semakin parah saja saat ini,” ungkapnya,Kamis (12/1/2012).

Menurut Sumanto, retaknya tanah di dusun Guyon  bukan pertama kalinya. Sejak 2007 lalu, tanah di bawah rumah yang dihuni 6 jiwa itu sudah ambles hingga sedalam 6 meter dengan panjang 20 meter.

“Keretakan pertama tahun 2007, sudah banyak warga di kampung ini yang pindah dan puluhan rumah juga terpaksa dirobohkan karena khawatir longsor,”jelasnya

Keretakan tanah di Dusun Guyon juga memantik perhatian dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng.

Dalam kesempatan itu, Pakar Geologi
UGM, Agus Hendratno yang ikut datang ke lokasi turut memberikan penjelasannya.

“Kelongsoran tanah itu ada tiga macam, yakni yang model cepat seperti banyak terjadi di Karanganyar, rombakan karena disebabkan adanya percampuran lumpur dan air serta merayap seperti yang terjadi di Guyon ini,” ungkapnya,kepada wartawan,di Karanganyar, Kamis (12/1/2012).

Meski demikian tipe kelongsoran yang terjadi di Guyon ini cenderung bisa terpantau dan diprediksi dengan lebih mudah dibandingkan dua tipe kelongsoran lainnya. Ini karena intensitas kelongsoran yang terjadi memakan tempo waktu lambat ditambah saat ini sudah dipersiapkan alat pendeteksi pergerakan tanah.

Alat yang belum lama dipasang oleh Badan Geologi pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG-Kementrian ESDM) itu dapat melaporkan setiap ada pergerakan tanah secara berkala.

“Pergerakan tanah sudah bisa diketahui. Yang terpenting adalah memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar agar setiap terjadi longsor bisa melakukan tindakan preventif,"pungkasnya.

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement