SURABAYA- Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mengecam aksi pengusiran pengungsi Syiah di Lapangan Tennis Indoor Sampang. KontraS menuntut agar Pemerintah Pusat segara mengambil alih penanganan kasus tersebut.
Menurut Koordinator KontraS Surabaya, Andy Irfan Junaidi, Pemkab dinilai gagal memberikan perlindungan kepada Komunitas Syiah di kawasan tersebut.
"Pemerintah setempat telah melalaikan tanggung jawabnya untuk melindungi hak-hak dasar kelompok Syiah. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Sampang telah menjadi salah satu aktor yang membiarkan terjadinya kekerasan terhadap warga Syiah," kata Andy dalam keterangan pers-nya yang diterima okezone, Jumat (12/1/2012).
Dia mengatakan, pengusiran pengungsi sangat memprihatinkan, sebab tidak ada komitmen pemerintan terkait perlindungan warga. Pemerintah pusat bersama Pemprov Jawa Timur serta Pemkab Sampang melaksanakan pemulihan atas semua hak-hak korban.
Lebih jauh Andy menjelaskan, atas kasus tersebut KontraS telah melakukan investigasi di lapangan dan ditemukan fakta memang telah terjadi pengusiran. Sebab, proses pemulangan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dilakukan tanpa ada proses dialog terlebih dahulu. Ironisnya pemkab beralasan, evakuasi dilakukan hanya karena lapangan tennis itu akan digunakan untuk kegiatan olahraga.
Selain itu, evakuasi ini dilakukan dengan prasyarat Ustaz Tajul dan empat tokoh Syiah lainnya tidak boleh pulang bersama warga Syiah yang lain.
"Institusi Kepolisian harus menempatkan personelnya untuk mewujudkan keamanan di wilayah Kecamatan Omben, Sampang, Madura," tutupnya.
(kem)