JAKARTA- Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Muhammad Ilyas menegaskan tidak ada motif politik di balik dukungan terhadap langkah Jusman Dalle melaporkan tuduhan penjiplakan yang dilakukan politisi Partai Kebangkitan Bangsa, Marwan Jakfar ke Badan Kehormatan (BK) DPR.
Dia mengatakan dukungan tersebut semata-mata memperjuangkan hak intelektual tulisan Jusman.
"Sama sekali tidak ada politik. kita ingin (penjiplakan Anggota DPR) tidak terulang. Plagiat kan melanggar hak intelektual," ungkap Muhammad Ilyas saat dihubungi Okezone, Sabtu, (14/1/2012).
Kasus penjiplakan ini bermula dari kolom opini di Koran Tempo berjudul Pengelolaan Energi Libya Pasca-Qadhafi yang mencantumkan nama Marwan Jakfar. Aktivis KAMMI, Jusman Dalle, menuduh tulisan Marwan tersebut menjiplak tulisannya yang dimuat di media online pada medio Oktober 2011.
Jusman mengklaim ada 15 paragraf tulisannya yang dikutip atas nama Marwan Jakfar. Ia berniat melaporkan Marwan ke Badan Kehormatan.
Menurut rencana, Juman dan pengurus KAMMI pusat akan mendatangi gedung DPR pada Senin atau Selasa pekan depan. Ilyas mengatakan KAMMI akan membawa tulisan Marwan dan tulisan Jusman sebagai bukti terkait penjiplakan.
"Kita akan bawa tulisan marwan dan Jusman ke BK. Kita masih mengatur waktu. mungkin Senin atau Selasa. kita lihat saja nanti," tuturnya.
Ilyas menilai aksi penjiplakan yang dilakukan Marwan merupakan perbuatan memalukan. Terlebih, tulisan yang dijiplak tersebut adalah tulisan mahasiswa.
"Kalau Marwan masih membantah berarti enggak tau malu. harusnya Marwan minta maaf," kata Ilyas. "Kasus ini malah memperburuk citra anggota DPR di mata masyarakat," tegasnya.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.