tragedi sukhoi

Harimau Sumatera Itu Mati dengan 14 Peluru di Kepala

Minggu, 15 Januari 2012 16:05 wib
Ilustrasi harimau mati (Dok: Sindo TV)
Ilustrasi harimau mati (Dok: Sindo TV)

BOGOR - Setelah menjalani perawatan selama dua hari, harimau Sumatera korban perburuan liar di hutan lindung di wilayah Bengkulu, akhirnya mati di Bogor (sebelumnya disebutkan di Jakarta).

Tim medis dari Rumah Sakit Satwa Lembaga Konservasi Eksitu Taman Safari Indonesia (TSI), Bogor, Jawa Barat, berhasil mengambil 14 peluru senapan.

Retno, seorang dokter hewan RS Satwa TSI, Minggu (15/1/2012), mengatakan tim medis berhasil mengeluarkan 14 peluru yang bersarang di kepala hewan langka dilindungi itu. Meski demikian karena luka yang dideritanya sudah sangat parah, nyawa harimau itu tidak bisa diselamatkan. Pada Sabtu pagi kemarin harimau mati.

Selain itu, lanjut Retno, juga ditemukan luka bacokan di bagian punggung, kepala, dan kaki. Kaki harimau itu juga patah akibat jeratan kawat.

Seperti diketahui harimau langka itu ditemukan dalam kondisi terjerat kawat di pepohonan di kawasan hutan lindung di Bengkulu pada Senin 9 Januari lalu. Harimau itu kemudian dibawa ke Bogor untuk dioperasi.

(Endang Gunawan/Sindo TV/ton)

  • Seorang Pelajar » 0 Tanggapan
    kasihan sekali harimau itu, mereka selalu indentik bahwa setiap harimau itu berbahaya.. yang suka makan manusia.. sekarang kita tanya , siapa yang mulai.. manusia perusak kan!!! hutan mereka dihabisi PT PT yang tak bertanggung jawab, akibatnya harimau itu tidak ada habitat, radiasi pergerakan harimau itu sekitar 200 meter, tentu saja ia bisa ke kawasan mansyarakat, masyarakat yang tidak punya pilihan, langsung membunuh atau menyiksa harimau bagaimanapun caranya agar selamat, begitu pula dengan harimau yang tak punya pilihan .. seharunya manusia yang diberi pemikiran yang berAKAL, menggunakannya lebih.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.