Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tanah Ambles, Puluhan Warga Mengungsi

Markus Yuwono , Jurnalis-Senin, 16 Januari 2012 |01:03 WIB
Tanah Ambles, Puluhan Warga Mengungsi
Ilustrasi
A
A
A

GUNUNGKIDUL - Bukit Nggero, Desa Pundungsari, Semin, Gunungkidul, Yogyakarta, yang ambles sejak Kamis 12 Januari lalu membuat warga setempat mengungsi. Kondisi ini memaksa sebanyak tujuh kepala keluarga dibawah bukit mengungsi mencari tempat yang aman.

Akibat hujan yang melanda wilayah tersebut selama dua hari terakhir, lebar retakan tanah tersebut kini mencapai 120 cm yang semula 60 cm.

Menurut Ketua RT setempat Wijiyanto, keretakan tanah terjadi sejak Kamis lalu yang menyebabkan dua rumah milik Mujiyanto dan Parjono rusak. Retakan tanah di rumah Parjono telah mencapai 120 cm, dari sebelumnya 60 cm.

Bahkan, untuk menghindari korban baik jiwa maupun materi, sudah ada pembongkaran terhadap rumah milik Parjono selain kondisi tanah bergerak dengan dan membuat lebar, retakan utama yang menjalar panjang disekitar dengan panjang sekitar 350 meter.

"Amblesan setiap harinya semakin kedalam, dan rekahan semakin melebar, bahkan 3 warga yang memiliki ladang tepat dibawah retakan tidak berani melihat kondisi tanamannya sejak beberapa hari terakhir," kata Wijayanto kepada wartawan, Minggu (15/1/2012).

Ia mengatakan  dibawah bukit terdapat 48 KK, dan sebanyak tujuh KK yang dihuni sedikitnya 25 jiwa sudah tidak berani menempati rumahnya lagi saat malam hari dan terpaksa harus mengungsi. Adapun rumah yang terancam adalah, rumah milik Satino (50), Sukarmo (62), Yanto (55), Waluyo (51), Sukam (50), Taryono (50), Samiyo.

"Setiap hari warga saya dihantui rasa was-was karena tanah bisa bergerak turun setiap saat,"imbuhnya

Dia juga menambahkan, dua rumah milik Parjono dan Mujianto yang sebagian sudah rusak  jika tanah terus bergerak, membutuhkan tempat baru untuk direlokasi.

Sementara Parjono, mengatakan retakan tersebut, muncul pada saat ia membersihkan bagian samping rumah pada Kamis pagi lalu sekira pukul 09.00. "Awalnya tidak tahu apa apa, dan pada saat dibersihkan, tiba-tiba pondasi rumah retak semua, paku-paku di rumah juga sudah copot, debunya juga banyak," kata Parjono.

Ia bersama warga sekitar kemudian berinisiatif membongkar rumah yang sudah agak miring dan tidak mungkin ditinggali. Tumbuhan disekitarnya juga mengering karena akarnya sudah tercabut. "Cuma ini tanah kami, lha kalau pindah mungkin hanya disekitar halaman ini," ujar lelaki yang tinggal diatas bukit sejak 35 tahun lalu ini.

Hingga berita ini dilaporkan, Pemkab Gunungkidul belum melakukan langkah antisipasi untuk menanggulangi permasalahan ini. Pemkab hanya mengirimkan bantuan berupa sembako

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement