BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku sudah merasa dekat dengan PDI Perjuangan sejak dirinya masih kecil. Hal ini diungkapkan politikus PKS itu saat memberikan sambutan pembukaan Rapat Kerja Daerah II PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat di Hotel Horison Bandung, Senin (16/1/2012).
“Sejak kelas 3 SMP, saya sudah baca buku tentang pertemuan Soekarno dengan seorang petani yang kemudian dikenal Marhaen. Jadi kira-kira saya dengan PDIP punya sejarah erat. Ayah saya juga pengusus PNI (nama PDIP dulu),” tutur Heryawan.
Mendengar sambutan itu, para kader dan pengurus PDI Perjuangan yang memenuhi ruang raker tersebut langsung gemuruh, sebagian ada yang bertepuk tangan.
“Saya ke PKS itu ya karena perjalanan sejarah,” tambah Heryawan, kembali mendapat sorak hadirin.
Tidak hanya itu, Heryawan juga memuji loyalitas para simpatisan PDI Perjuangan. Dia menuturkan, beberapa waktu lalu dirinya atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan ke Ujung Genteng, daerah pesisir selatan di Jabar.
“Uniknya, saat saya sampai di Pantai Ujung Genteng yang sambut adalah nelayan yang pakai pakaian PDIP. Saya juga kaget, tapi enggak masalah karena mereka mengeluk-elukkan gubernurnya (yang dari PKS),” candanya.
Meski begitu, Heryawan mengungkapkan, beda partai atau golongan merupakan keniscayaan yang tidak perlu dipermasalahkan. Meski PKS dan PDIP berbeda, tetapi sama-sama berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kita sama-sama telah final dengan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Ketika diskusi maka jangan mendiskusikan yang sudah final. Yang belum final adalah bagaimana kesejahteraan wong cilik. Maka jika menang, kuncinya adalah bagaimana menyejahterakan rakyat,” pungkasnya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.