JAKARTA- Survei Pengukuran Kepuasan Jamaah Haji 2010 memberikan hasil yang cukup menggembirakan bagi kementerian Agama, dimana Indeks Kepuasan bagi pelayanan ibadah haji berada di angka 81,45% atau “memuaskan”.
Tidak ini saja, sebagai sebuah bentuk pengakuan atas profesionalisme kinerja Kementerian Agama dalam menjaga mutu penyelenggaraan haji semakin diakui dengan diperolehnya sertifikasi ISO 9001:2008.
Sebagai sebuah pencapaian kerja nyata Kementerian Agama dalam meningkatkan pelayanan mutu penyelenggaraan haji, hal tersebut tidak membuat Kementerian Agama berhenti melakukan terobosan dalam penyelenggaraan haji.
Malah hasil yang menggembirakan ini merupakan sebuah upaya yang kemudian diapresiasi dengan kerja keras dan semakin mengoptimalkan sektor-sektor pendukung peningkatan mutu penyelenggaraan haji.
Salah satu yang saat ini juga sedang dikembangkan adalah pendayagunaan asrama sebagai media pelatihan manasik haji, media centre dan pusat informasi haji serta pelaksanaan kegiatan-kegiatan institusi/organisasi/lembaga.
Contoh pasti tentang optimalisasi asrama haji sebagai centre of activities terkait dengan haji adalah Asrama Haji Medan (AHMED). Lokasi AHMED dibangun di atas area seluas 5,18 hektar yang terletak di Jalan Karya Jasa/Jalan Jenderal Besar A.H Nasution, Kelurahan Pangkalan Masyur kota Medan.
Kompleks AHMED tediri dari 11 gedung yang berisi 100 kamar penginapan, 15 gedung pertemuan dan dilengkapi juga dengan fasilitas umum seperti masjid, kantin, koperasi, dapur umum, pos penjagaan, wartel, poliklinik dan sarana penunjang lainnya. Di musim haji, AHMED mampu menampung kurang lebih 1.656 jamaah haji.
Selain berfungsi sebagai supporting penyelenggaraan ibadah haji (sebelum-saat-sesudah ibadah), AHMED kerap digunakan sebagai venue kegiatan-kegiatan bertaraf lokal hingga internasional. Ini bukti bahwa AHMED mampu bersaing dan diakui fasilitas dan pelayanannya.
Dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pelayanan yang ada di AHMED, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sumatera Utara di tahun 2011 lalu telah melakukan audit mutu dan pelayanan, dan hasilnya, sertifikasi ISO 9001:2008 pun telah diperoleh Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara.
Kunci atas keberhasilan ini tak lain adalah kemampuan dalam memberdayakan dan menggunakan seluruh sumberdaya yang ada guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna AHMED.
Atas dasar hal ini, kemudian dibuatlah rancangan strategi bisnis pengembangan pelayanan AHMED dengan program-program seperti:
1) Pengadaan bangunan yang representatif untuk digunakan sebagai lokasi perkantoran, biro travel serta kegiatan pertemuan dengan multi level pengguna (lokal sampai internasional).
2) Penyediaan Jasa Layanan pelatihan, kaderisasi, penyuluhan, pendidikan, konsultan dan sejenisnya.
3) penyediaan sarana kesehatan yang dapat dimanfaatkan umum terutama bagi masyarakat sekitar.
4) penyediaan sarana iklan dan penyiaran yang dapat dimanfaatkan para pelaku bisnis.
5) percetakan dan penerbitan, serta
6) pertokoan.
Serasa tidak cukup, Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara pun telah membuat program lima tahun kedepan untuk AHMED agar semakin mengokohkan sebagai lokasi yang paling siap untuk multi event dan paling siap untuk menjadi centre of activities yang dapat digunakan siapapun –tidak terbatas pada jamaah haji, dengan pelayanan yang sama dan prima.
Dengan melakukan eksplorasi terhadap kebutuhan masyarakat, diharapkan apa yang dilakukan di AHMED dapat direplikasi secara unik di Asrama Haji lainnya. (adv)
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.