tragedi sukhoi

Pasang Bola Beton, Komnas HAM Panggil PT KAI

Fahmi Firdaus - Okezone
Selasa, 17 Januari 2012 11:02 wib
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memanggil direksi PT KAI terkait kebijakan KRL Jabodetabek memasang bola beton untuk menghalau para penumpung di atap kereta. Selain itu, Komnas HAM juga mempertanyakan wacana  menghapus KRL Ekonomi.
 
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Daerah Operasi (Kadaops) I. PT KAI Purnomo Radiq beserta jajarannya. Sedangkan dari Komnas HAM, diwakili oleh Komisioner Komnas HAM, Syafruddin Ngulma Simeulue.
 
Dalam pertemuan yang digelar terbuka tersebut dijelaskan kendala di lapangan oleh PT KAI, terkait tidak disiplinnya para pengguna jasa KRL yang naik ke atas atap kereta.
 
"Kalau kami tertibkan ya tidak bakalan habis, karena mereka akan kembali lagi, begitu diturunkan besoknya naik lagi," kata Purnomo dalam penjelasannya di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
 
Dia mencontohkan Stasiun Manggarai yang saat ini sudah dipasang kawat duri dan intens dilakukan penertiban perlahan mulai menjadi lebih steril dari penumpang di atas atap kereta. Namun ketika langkah penertiban dikendorkan maka para penumpang akan kembali naik ke atas atap kereta.

(ful)

  • Yedi » 0 Tanggapan
    Mungkin selain dilakukan pencegahan tsb, jg dilakukan penambahan gerbong untuk tiap kereta. Buat mas yadi: mending resiko sempit2an di dlm kereta daripada naik ke atap kereta resikonya lebih bahaya (jatoh, terkena penghalang, meninggal).
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yadi » 0 Tanggapan
    Pingin penumpang tertip ? Hanya 1. perbanyak kereta dijam sibuk. mereka diatas bukan karna tidak beli tiket tapi karna merasa lebih nyaman dan bisa duduk dari pada harus mandi keringat di dlm gerbong dan resiko sakit badan karna saling dorong. Kalau saya bisa naik saya juga mau kok diatap. kayaknya lebih sejuk dan ga sumpek. napas legaaaaa.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.