tragedi sukhoi

Tangani Kerusuhan, SBY Minta Polri Tak Gunakan Peluru

Misbahol Munir - Okezone
Selasa, 17 Januari 2012 18:46 wib
Rumgapres/Abror
Rumgapres/Abror

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar Polri tak memakai peluru dalam menghadapi para demonstran atau kerusuhan. Menurutnya, menangani kerusuhan harus dengan strategi dan taktik agar tidak jatuh korban dari pihak sipil dan perusuh.

“Jalankan tugas secara profesional dengan taktik dan teknik yang tepat agar tidak jatuh korban di pihak sipil termasuk perusuh. Tujuan dan sasaran kita kerusuhan bisa dihentikan, aksi anarkis bisa dihentikan tapi dapat dicegah korban yang tidak perlu. Jauhkan peluru dan jangan mudah menggunakan peluru,” ujar SBY saat memberikan pengarahan dalam acara pra rapim Polri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (17/1/2012).

Lanjut SBY, menangani kerusuhan harus dibedakan dengan menangani kasus perampokan atau terorisme. “kerusuhan ini betul-betul harus dicegah dan hindari korban. Cegah dan hindari korban jatuh jiwa,” katannya.

Kepala Polisi Jendral (Pol) Timur Pradopo harus bisa menyakinkan anak buahnya dalam memegang senjata agar tidak disalahgunakan apalagi melukai sipil. Oleh sebab itu, selayaknya Polri memeriksa senjata yang digunakan oleh bawahannya itu.

“Tidak dilarang jenderal memeriksa senjata yang dipegang prajuritnya. Meskipun melakukan kerusuhan, mereka adalah rakyat kita. Oleh karena itu, hindari korban jiwa,” kata dia.

 

(abe)

  • wiryawan » 0 Tanggapan
    se7 pak sby, plurunya buat nembak mati maling2 duit rakyat tmsk sy (sby pres), angg dpr jg pejabat keparat2
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Joko Bagus » 0 Tanggapan
    Presiden adalah Pemimpin Tertinggi di Republik ini. Dalam hal ini Presiden tidak seharusnya menyatakan "MEMINTA" kepada POLRI karena jika dia meminta boleh saja untuk tidak diberi.... tapi seharusnya Presiden menyatakan "MEMERINTAHKAN" kepada POLRI.... Kami sangat berharap memiliki seorang Pemimpin yang tegas dalam berkata dan bertindak....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.