LOMBOK - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pelaku usaha pertambangan memberdayakan masyarakat lokal sebagai pekerja. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi risiko munculnya sengketa antara masyarakat dan pengusaha yang sering terjadi.
Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat melakukan kunjungan ke lokasi tambang biji besi miliki PT Padak Mas Mentari Mineral di Desa/Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/1/2012).
Ikut dalam kunjungan jajaran pengurus lainnya, di antaranya Ketua PBNU Iqbal Sullam, Imam Azis dan Bendahara Umum Bina Suendra. "Yang banyak terjadi di sekitar lokasi tambang masyarakatnya justru hidup miskin, jangan, itu jangan sampai terjadi di sini. Apalagi ini tambangnya orang NU, tambang milik Nahdliyin," kata Said.
Permintaan itu juga disampaikan Said agar masyarakat di sekitar lokasi pertambangan ikut merasa memiliki, sehingga dengan senang hati akan ikut bersama-sama menjaganya. "Yang paling penting kita harus bersama-sama ikut menjaga pertambangan ini. Jangan sampai kejadian seperti di Bima terulang di Lombok dan tempat lainnya," tegasnya.
PT Padak Mas Mentari Mineral menyambut baik saran yang disampaikan Said. Diakui jika 90 persen pekerja berasal dari masyarakat lokal di sekitar pertambangan.
"Hanya 10 persen dari total pekerja yang orang luar Lombok. Itu pada posisi staf ahli yang ikut mengajari masyarakat lokal bagaimana menjalankan pekerjaan pertambangan. Itupun nantinya akan terus kami regenerasi agar masyarakat lokal bisa lebih diberdayakan," jelas salah seorang staf perusahaan.
Sementara Arif Budiman, pemilik PT Padak Mas Mentari Mineral juga mengungkapkan kesediaannya mempekerjakan masyarakat lokal, dan hal tersebut sudah dijalankan. Arif juga mengaku telah menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk ikut membangun Lombok Barat.
"Termasuk ke NU akan kami berikan sebagian keuntungan kami secara berkala. Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai Nahdliyin ikut membesarkan NU," ujar Arif.
PT Padak Mas Mentari Mineral mulai melakukan penambangan biji besi di Lombok Barat sekira tujuh bulan yang lalu, dengan hasil tambang dipasarkan ke sejumlah negara, di antaranya China. Dengan luas lahan pertambangan mencapai 5000 hektare, dalam setiap bulan ditargetkan bisa dihasilkan 20 ribu ton biji besi.
Kehadiran jajaran pengurus PBNU ke Lombok adalah untuk memenuhi undangan PWNU Nusa Tenggara Barat, tepatnya untuk mengikuti istighotsah dan tabligh akbar, Kamis besok. Said diagendakan menjadi penceramah utama dalam kegiatan tersebut.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.