tragedi sukhoi

Harus Bagaimana Lagi Ingatkan Penumpang di Atap KRL?

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Rabu, 18 Januari 2012 12:28 wib
krlmania.com
krlmania.com

DEPOK – Segala upaya sudah dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengurangi jumlah penumpang naik di atap Kereta Rel Listrik (KRL). Dari mulai semprot cat air, kawat berduri, hingga rencana pemasangan bola beton.
 
PT KAI juga sudah memasang pintu koboi di Stasiun Kalibata untuk mengatasi kenakalan penumpang. Namun tetap saja seluruh upaya itu tak efektif dan masih banyak di setiap stasiun.
 
Hal itu diakui Kepala Stasiun Depok Lama Dwi Purwanto yang mengaku terus berupaya untuk mengurangi jumlah penumpang naik di atap KRL. Di Stasiun Depok Lama, kata dia, memang sudah berkurang, tetapi masih ada saja setiap hari penumpang yang naik di atap KRL.
 
“Masih ada yang naik, saya tak hitung jumlahnya memang, tetapi dulu banyak sekarang berkurang, KRL Mania juga turut membantu kami,” jelasnya kepada wartawan di kantornya, Rabu (18/01/12).
 
Ia menilai, penumpang yang masih naik di atas atap KRL memang penumpang yang nakal dan tidak peduli terhadap keselamatannya sendiri. Sebab, kata dia, PT KAI hanya bertugas mengimbau untuk mencegah adanya korban jiwa.
 
“Memang penumpangnya bandel, sudah kami imbau tapi masih bandel, harusnya kan mereka peduli terhadap keselamatannya sendiri, sementara bagi penumpang yang lain agar jangan paksakan diri untuk naik kalau sudah penuh,” tandasnya.
 

(teb)

  • Sadatua Manik » 0 Tanggapan
    Sebenarnya sangat simpel, agar tidak ada penumpang yang naik di atas atap KRL.Selama ini banyak yang naik diatas atap karena atap berbentuk datar dan ada ruang untuk duduk. Coba Atap dibuat berbentuk Piramid, tentu tidak akan ada lagi ruang bagi penumpang untuk naik dan duduk diatas. Mungkin solusi ini lebih bisa mengatasi masalah banyaknya orang yang naik diatas atap KRL tersebut, dari pada menggunakan bola beton. Karena selama masih ada ruang bagi orang untuk bisa duduk mereka akan tetap berusaha untuk naik. Semoga usul ini bermanfaat. (STM).
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ngantemin » 0 Tanggapan
    memang masalah transportasi selalu bermasalah baik darat,laut maupun udara, pemerintah kurang peka pada kebutuhan masyarakat, perbanyak saja armadanya pasti beres gitu aja kok repot
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.