TANGERANG - Warga Kecamatan Kresek , Kabupaten Tangerang, yang menjadi korban banjir kini mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan MCK Mereka terpaksa menggunakan air sungai yang sudah tercampur lumpur.
" Habis bagaimana lagi? Air bersihnya susah, jadi ya terpaksa kita gunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari, walaupun airnya keruh," kata Kamira, salah seorang korban banjir, Jumat (20/1/2012).
Kata Kamira, sejak dilanda banjir lima hari lalu, warga terkendala air bersih karena bantuan dari PDAM TKR dan relawan jumlahnya juga minim.
“Memang ada pasokan air bersih dari pemerintah dan relawan tapi minim. Bahkan, kalaupun ada, warga harus mengantri mendapatkannya dan terbatas jumlahnya,” keluhnya.
Karena itu, ia berharap agar pemerintah dan relawan memberikan pasokan kebutuhan air bersih. Karena warga membutuhkan banyak air untuk minum dan masak, serta membersihkan rumah yang kotor akibat terendam banjir.
Sulitnya air bersih juga diakui Supriatno, Kepala Desa Pasir Ampo. Dia mengatakan pihaknya telah menghubungi pihak PDAM TKR Kabupaten Tangerang untuk meminta bantuan air bersih bagi warga korban banjir terutama untuk Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, yang letak desanya paling jauh.
" Kami sudah hubungi, tapi ya belum semua kebutuhan masyarakat tercukupi, kami akan mengkonfirmasi kembali," katanya.
Untuk diketahui, di Kecamatan Kresek, terdapat lima desa yang terendam banjir pascajebolnya tanggul sungai Ciujung. Di Desa Patrasana terdapat 672 kepala keluarga, di Desa Renged sebanyak 95 kepala keluarga. Kemudian, di Desa Pasir Ampo terdapat 394 kepala keluarga, Desa Koper terdapat 878 kepala keluarga, dan Desa Talog terdapat 25 kepala keluarga.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.