JAKARTA - Fenomena banjir lima tahunan bisa jadi akan menerjang Ibu Kota pada 2012 ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku sudah mengantisipasi kemungkinan adanya banjir besar seperti yang terjadi pada 2002 dan 2007 lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Erry Basworo mengatakan sejak 2008 lalu, pemerintah DKI sudah melakukan pengerukan sungai. Pekerjaan tersebut akan kembali dilakukan pada akhir 2012 ini.
"Kita juga lakukan penanganan genangan-genangan di jalan arteri kolektor," kata dia di Komplek Balaikota Jakarta, Jumat, (20/1/2012).
Pada 2010 pemerintah juga sudah menangani 35 titik rawan banjir. Tahun lalu pemerintah berhasil menangani 70 titik lainnya dari 80 titik yang direncanakan.
"Salah satunya gorong-gorong Sudirman itu. Dengan ini kita berharap bisa kita atasi genangan air tersebut, termasuk salah satunya di Jalan Rasuna Said," ungkapnya.
Kegiatan lainnya yakni perbaikan dan penggantian pompa di underpass dan pompa di folder atau waduk-waduk. Keberadaan sampah yang menutupi pompa sangat menjadi masalah dalam penanganan banjir. "Jadi kalau baling-balingnya tersangkut sampah itu masalah," tukasnya.
Pemerintah juga membangun waduk baru yang bisa menampung air hujan dengan curah cukup tinggi dan membangun tanggul rob di Muara Angke dan Cilincing. Suku Dinas di masing-masing wilayah juga melakukan pengurasan terhadap saluran-saluran yang tertutup sampah.
"Karena banyak saluran yang tertutup endapan dan sampah. Itulah yang jadi kendala, banyaknya sampah dan endapan. Kita juga bangun krosing besar misalnya di Jalan Thamrin," pungkasnya.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.