KLATEN - Meski erupsi Gunung Merapi sudah setahun berlalu, namun ancaman banjir lahar dingin masih menghantui warga yang tinggal di sepanjang sungai di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Banjir lahar masih kerap terjadi mengingat kondisi dam utama Kaliworo di Dukuh Karangbutan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, yang jebol. Dam di Kaliworo berjarak tujuh kilometer dari kawah Merapi. Aliran banjir lahar bisa langsung menerjang tanpa ada penghalang.
Selain itu, kondisi tanggul di sepanjang bantaran sungai juga hancur sehingga banjir bisa langsung masuk ke permukiman warga.
Menurut data, hingga saat ini masih tersisa ribuan kubik material vulkanik yang masih menumpuk di puncak Merapi. Setiap saat material itu bisa saja longsor terbawa air hujan.
Hasan, warga Balerante, Jumat (20/1/2012), mengatakan masyarakat kini tidak mengkhawatirkan kondisi gunung melainkan hujan deras yang turun sekaligus membawa material Merapi.
Hal yang sama disampaikan Panudi, seorang penambang pasir. Dia menuturkan material pasir dan batuan yang terbawa air hujan sangat membahayakan dan merusak.
Jika kondisi ini dibiarkan dan tidak ada keterlibatan pemerintah, dipastikan ancaman banjir lahar bagi warga yang berada di sepanjang alur Kaliworo bagian bawah masih akan terjadi selama musim hujan tahun ini.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.