tragedi sukhoi

Oper Penumpang, KRL Persis Metromini

Muhammad Saifullah - Okezone
Minggu, 22 Januari 2012 23:30 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Operator KRL Jabodetabek kembali menunjukkan sikap tidak profesionalnya. Akibatnya ratusan penumpang kebingungan karena beberapa kali harus pindah kereta, persis seperti nasib penumpang metromini.                          
 
Peristiwa apes ini dialami para penumpang KRL Commuter Line jurusan Bogor-Jakarta Kota di Stasiun Bogor, Minggu (23/1/2012) petang. Para penumpang yang sudah berada di dalam kereta di lajur 2 dengan jadwal keberangkatan pukul 16.30 WIB tiba-tiba mendapat informasi mengejutkan. 
 
"Para penumpang dipersilakan pindah ke kereta di jalur 3 karena ada gangguan teknis," demikian bunyi pengumuman tersebut.
 
Mendengar instruksi ini sontak para penumpang berhamburan pindah ke kereta di jalur 3. Termasuk para wanita dan anak-anak turut berjibaku agar mendapatkan tempat. Ironisnya ketika mereka sudah berada di dalam kereta di jalur 3, tak lama kemudian terdengar informasi bahwa kereta di jalur 3 adalah jurusan Sudirman-Tanahabang-Jatinegara, bukan ke Kota.
 
Akibatnya ratusan penumpang menjadi bimbang. Sebagaian memutuskan kembali ke kereta awal. Namun sisanya memutuskan tetap bertahan di KRL jurusan Tanahabang karena akan diberangkatkan lebih dulu.
 
"Gimana sih informasinya, kok simpang siur," ujar Suwito, salah seorang penumpang.                       
 
Derita Suwito dan ratusan penumpang lain tak hanya sampai di situ saja. Ketika kereta tiba di Stasiun Depok Lama kembali terdengar pengumuman bahwa KRL mengalami gangguan teknis dan para penumpang diimbau ke kereta lain. Sontak tanpa dikomando ratusan penumpang kembali berhamburan ke kereta di sebelah agar mendapatkan tempat duduk. Tentu situasi ini membuat jengkel para penumpang.
 
"Kereta kok sudah kayak metromini, pakai dioper segala penumpangnya," keluh Wulandari, salah seorang pengguna jasa KRL lainnya.

(abe)

  • muflih » 0 Tanggapan
    di jepang transportasi keretanya sangat maju jadi orang lebih memilih naik kereta dibandingkan kendaraan pribadi....kalo di indonesia katanya kita disuruh naik kendaraan umum untuk ngurangi kmacetan tapi ngatur transportasi kereta aja gak becus....para pejabat bisanya cuma bikin-bikin proyek biar dapet duit yg banyak hasil korupsi
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.