SURABAYA - Meski belum ada kepastian kapan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur akan dihelat, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim memprediksi anggaran untuk Pilgub mencapai Rp504 miliar.
"Anggaran sebesar itu untuk kebutuhan operasional pilgub jika berlangsung satu putaran," kata anggota KPU Jatim Nadjib Hamid kepada wartawan, Minggu (22/1/2012).
Anggaran tersebut, katanya akan membengkak jika pilgub berlangsung dua putaran. Namun demikian, kata Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim itu, nilai tersebut masih belum final dan dalam bentuk usulan kasar dari KPU.
Ia juga mengatakan selain KPU, DPRD Jatim juga membuat anggaran untuk Pilgub sekira Rp600 miliar lewat APBD. Jumlah tersebut secara bertahap dan sudah dilakukan sejak anggaran 2011. Saat ini, masih tercicil sebesar Rp100 miliar.
"Jadi, estimasi anggaran yang dilakukan KPU Jatim lebih rendah dibandingkan dengan anggaran yang dicanangkan DPRD Jatim," katanya.
Nadjib juga mengaku masih belum mendapat kepastian bahwa Pilgub akan dilakukan melalui DPRD. Saat ini, kabar tersebut masih simpang siur. "Jika pilgub dilakukan di DPRD, jelas ada implikasinya pada KPU, semua yang kami lakukan menjadi sia-sia," tukasnya.
Seperti diketahui, Pilgub Jatim sebelumnya berlangsung pada 23 Juli 2008. Running Pilgub tersebut ditambah dengan putaran kedua. Selanjutnya Pilgub ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang (Putaran Ketiga) dengan perserta Soekarwo-Saifulloh Yusuf (KarSa) melawan Khofifah Indar Parawansah-Moejiono (KaJi).
Akhirnya pasangan KarSa yang menang dan dilantik pada 12 Februari 2009. Secara teknis, jabatan Soekarwo dan Saifulloh Yusuf akan berakhir pada 12 Februari 2014. Diperkirakan pilgub akan belangsung pada 2013. Perkiraan bulan Mei hingga September.
(amr)