Gingrich Menang Mutlak di South Carolina

|

Foto kandidat Presiden AS Newt Gingrich (Reuters)

Gingrich Menang Mutlak di South Carolina

WASHINGTON - Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) Newt Gingrich, berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilihan kandidat Presiden AS di South Carolina.

Gingrich yang meraih suara mutlak sebesar 40 persen berhasil mengalahkan para pesaingnya, Mitt Romney yang mendapatkan 28 persen suara, Rick Santorum 17 persen suara, dan Ron Paul yang hanya mampu meraih 13 persen.

"Dengan bantuan Anda, saya siap menjadi calon Presiden AS," ujar Gingrich menanggapi kemenangannya seperti dikutip The Guardian, Minggu, (22/1/2012).

Unggulnya Gingrich di South Carolina terjadi setelah seminggu lalu, saat dia tampil secara meyakinkan dalam sebuah debat di televisi. Dalam debat itu, Gingrich bahkan berhasil mengatasi tudingan yang menyebutkan dirinya telah berselingkuh dengan seorang wanita yang kini telah menjadi istri keduanya.

Sebelumnya, Santorum berhasil unggul di Iowa, Romney meraih suara terbanyak di New Hampshire, dan kini giliran Gingrich yang unggul di South Carolina. Persaingan antar kandidat Presiden AS dari Partai Republik ini akan berlanjut di Florida.

Laporan terakhir menyebutkan, Romney berhasil unggul dua digit dalam jajak pendapat di Florida. Namun hal ini masih dapat berubah.

Kemenangan mutlak yang diraih Gingrich di South Carolina menimbulkan keraguan terkait status Romney yang sebelumnya menjadi calon unggulan dari Partai Republik. Romney dinilai kurang kharismatik dan tidak memiliki kemampuan untuk menjalin komunikasi dengan para pemilih.

Menanggapi keraguan itu, tim kampanye Romney mengatakan, posisi kedua tidaklah terlalu buruk mengingat South Carolina merupakan basis kuat bagi pendukung konservatisme sosial.

Selama masa kampanyenya, Gingrich dikenal selalu mengutarakan kebijakan garis keras terhadap Islam. Diantaranya Gingrich pernah menyebut rakyat Palestina sebagai teroris, dan dia merasa terganggu dengan adanya hukum Islam atau Syariah.

Sikap kontroversialnya kerap mendapatkan kecaman dari warga dan akademisi Muslim di Amerika Serikat.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    PBNU Raih Global Peace Interfaith Leadership Award