LAMPUNG - Cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, mempengaruhi armada penyeberangan yang melayani jalur Pelabuhan Bakauheni-Merak. Jumlah penyeberangan berkurang drastis akibat cuaca yang tidak menentu.
Pengurangan dilakukan saat malam hari, dari 25 armada ferry menjadi 13 kapal untuk melayani penyeberangan Pelabuhan Bakauheni-Merak dan sebaliknya.
Manajer Operasional Indonesia Ferry cabang Bakauheni Heru Purwanto, mengatakan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup ekstrem dalam beberapa hari terakhir.
"12 kapal itu tidak dioperasikan karena memang tidak memungkinkan menghadapi cuaca buruk," kata dia.
Heru menjelaskan, dalam sepekan, kondisi cuaca di perairan selat Sunda masuk dalam kategori ekstrem, utamanya pada malam hari karena embusan angin yang kencang disertai ombak setinggi lebih dari tiga meter.
"Biasanya pada malam hari, kalau untuk pagi hingga siang kondisi cuaca cukup normal," kata dia.
Sementara itu, kondisi Pelabuhan Bakauheni pada Rabu siang cukup padat, meski tidak sampai terjadi antrean hingga keluar pelabuhan.
Ratusan kendaraan truk mengantre di areal parkir pelabuhan, dan mereka mengakui pengurangan armada itu membuat waktu menunggu mereka untuk menyeberang menjadi lebih lama.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.