PPNS ITS Terakreditasi Internasional

|

Image: corbis.com

PPNS ITS Terakreditasi Internasional

JAKARTA - Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengukir prestasi internasional. Kali ini, tiga program studi PPNS ITS tersebut mendapat akreditasi internasional dari asosiasi insinyur perkapalan profesional dunia, yakni Royal Institution of Naval Architects (RINA).

Prestasi PPNS kali ini begitu berharga bagi Direktur PPNS ITS, Muhammad Mahfud. Hal ini disebabkan, untuk mendapatkan akreditasi tersebut, PPNS harus menunggu selama satu tahun sejak pertama kali akreditasi ini diajukan.

"Akreditasi ini sangat istimewa bagi kami, karena PPNS adalah institusi pertama di Asia Tenggara yang mendapat pengakuan dari RINA," kata Mahfud seperti dikutip dari situs ITS, Kamis (26/1/2012).

Mahfud menambahkan, pengakuan internasional yang didapatkan PPNS ini menjadi motivasi untuk memacu para mahasiswa untuk terus berprestasi. "Akreditasi ini, merupakan tantangan bagi PPNS di bidang teknologi kelautan," ujarnya.

Senada dengan Mahfud, Rektor ITS Tri Yogi Yuwono mengatakan, prestasi PPNS ini sejalan dengan target ITS beberapa tahun ke depan. "Pada 2017, ITS harus menjadi institusi research bertaraf internasional," kata Tri Yogi.

Tri Yogi mengungkapkan, sebagai institut teknologi di Indonesia, ITS berperan untuk selalu mendukung perkembangan industri perkapalan. Salah satu bentuk dukungan tersebut dengan mengirim beberapa alumni Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) dan PPNS ke negara-negara yang memliki industri perkapalan terbaik di dunia.

Pesatnya perkembangan industri dunia di masa akan datang pun memperketat kompetisi global Sehingga diperlukan persiapan sejak dini, seperti yang coba dilakukan PPNS. "Internasionalisasi bukan merupakan tujuan melainkan sebuah akibat. untuk itu harus direncanakan sejak dini," tuturnya.

Sekretaris RINA Indonesia I Ketut Aria Pria Utama menjelaskan, pencapaian PPNS sekarang ini juga merupakan akibat dari pergeseran tren industri perkapalan dari Eropa ke Asia. Beberapa negara Asia yang juga mengalami perkembangan pesat dalam industri perkapalan, di antaranya Korea, China, Jepang, Vietnam, dan Indonesia.

Dia menambahkan, saat ini nama PPNS dan FTK ITS telah tercantum dalam website resmi RINA, sehingga akan semakin dikenal di dunia. "Tidak menutup kemungkinan bahwa nanti akan ada mahasiswa asing yang belajar di PPNS," ujarnya.(mrg)

(rfa)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan Tindak Korupsi