WAJO - Seorang remaja di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, hanya bisa menghabiskan sisa waktunya di tempat tidur lantaran tidak mampu berjalan.
Meski penyakit itu sudah diderita Salman sejak usia lima tahun, namun ibu Salman, Erna, tidak patah arang mengusahakan kesembuhan untuk remaja yang kini berusia 15 tahun itu.
Karena keterbatasan ekonomi, keluarga hanya merawat Salman seadanya. Obat yang digunakan hanya campuran jahe dan minyak kelapa yang dimasak sendiri. Obat tersebut juga didapat dari dukun kampung yang memvonis Salman menderita Lingkau, semacam penyakit aneh sebutan bagi warga Bugis.
Sayangnya, meski obat tersebut telah diberikan sejak usia Salman lima tahun, namun hingga kini, remaja itu tak kunjung sembuh. Bisa dibilang tak ada perubahan sedikit pun.
Penyakit yang diderita Salman juga pernah diidap dua saudara kandungannya. Kakak Salman juga lumpuh pada umur lima tahun dan meninggal dunia di usia 10 tahun. Demikian pula dengan adik Salman menderita penyakit yang sama dan meninggal sebulan lalu di usia 12 tahun.
Setahun lalu dinas kesehatan setempat sempat memeriksa Salman. Menurut mereka, Salman hanya mengalami kekurangan gizi. Namun Erna membantah hal tersebut. Dia selama ini berusaha keras memenuhi kebutuhan pangan anaknya.
Rumah keluarga Salman sebenarnya menghadap Sungai Walennae Padduppa, Sengkang, dengan pemandangan yang memesona, namun Salman tidak dapat menikmatinya.
Erna tidak bisa setiap saat menggendong Salman ke teras rumah agar anak itu bisa menikmati indahnya pemandangan Sungai Walennae. Erna sehari-hari sibuk bekerja mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Praktis, Salman hanya menghabiskan waktu di tempat tidur ditemani sepupu.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.