tragedi sukhoi

Diputus Bersalah, Kesehatan Nenek Pencuri Piring Menurun

Amba Dini Sekarningrum - Okezone
Selasa, 31 Januari 2012 12:44 wib

TANGERANG - Setelah dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung dalam kasus pencurian sop buntut dan 6 buah piring milik majikannya beberapa tahun lalu, Rasminah binti Rawan (55) warga Kampung Sawah, Kota Tangerang Selatan kini makin menurun. Rasmiah makin ketakutan akan dipenjara kembali.

"Ibu begitu tau langsung nangis aja, takut dipenjara katanya. Bahkan sekarang ibu susah disuruh makan makanya kesehatannya drop," kata Astuti, anak Rasminah.

Dikatakan Astuti kabar putusan bersalah ibunya ini diterima keluarga sepekan lalu dari kuasa hukumnya yang selama ini menangani kasus ini.

"Saya berharap keadilan bagi ibu saya, kasihan ia sudah tua dan suka sakit bagaimana bila ia harus dipenjara. Kami tetap berharap ada keadilan bagi ibu dan bisa terbebas dari jerat hukum," ucapnya lagi.

Untuk diketahui, sebelumnya hakim PN Tangerang sudah memutus Rasmiah dengan putusan bebas atas kasus pencurian sop buntut dan piring. Akan tetapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang, Riyadi mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Dalam putusan itu, Mahkamah Agung menyatakan  Rasminah Binti Rawan (55) diputus bersalah mencuri 6 buah piring milik majikannya, Siti Aisyah Margaret Soekarnoputri. Putusan MA yang dibuat pada 31 Mei 2011 mengabulkan permohonan kasasi jaksa Kejari Tangerang dan membatalkan putusan PN Tangerang 1364/Pid.B/2010/PN. TNG.

(amr)

  • Wisnu » 0 Tanggapan
    Jaksa hakim 90% bsk tempatnya neraka.. Hukum dunia boleh lolos , hukum akhirat jgn harap bisa lolos..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Wisnu » 0 Tanggapan
    Jaksa hakim 90% bsk tempatnya neraka.. Hukum dunia boleh lolos , hukum akhirat jgn harap bisa lolos..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • secret » 0 Tanggapan
    hukum di indonesia AncUUrrr...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • aji » 0 Tanggapan
    Hukum di negeri ini sudah tidak punya gigi.kasus korupsi tidak berani di selesaikan,sedangkan kasus macam ini sampai dibawa ke MA.hukum macam apa yg tegas terhadap rakyat kecil saja,ini ibarat "orang dewasa yg hanya berani dengan anak balita atau hanya berani dgn wanita"
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tsamina2ee » 0 Tanggapan
    Nice job, mulailah dari hal kecil, jika memang bersalah ya silahkan dihukum.. Begitu pula yang besar boss jangan pandang bulu..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.