JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk salah satu sindikat perampokan nasabah bank yang dikenal dengan kelompok Madura. Pelaku yakni Rahmadi ditangkap pada 25 Januari lalu.
Kasat Resmob Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan Rahmadi ditangkap saat dia hendak membeli daging. Rupanya selama masa pelariannya, Rahmadi coba mengelabui petugas dengan menjadi penjual sate Madura di salah satu pasar di Karawang, Jawa Barat.
"Kita sudah tahu rumahnya, makanya kita buntuti dia. Pas dia selesai mengantar anaknya sekolah, kemudian keluar mau ke pasar kita tangkap," kata Herry di Mapolda Metro Jaya, Selasa (31/1/2012).
Rahmadi merupakan pelaku perampokan nasabah bank antar provinsi. Dia sudah beraksi di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dalam menjalankan aksi, Rahmadi yang bertindak sebagai surveyor korban bekerjasama dengan P dan AS.
"R ini masuk ke dalam bank, dia berpakaian layaknya nasabah. Kemudian berpura-pura menulis kertas untuk transaksi," ungkapnya.
Saat itu juga, Rahmadi memantau nasabah yang membawa tas atau kantong yang berisi uang. Kemudian dia menghubungi rekannya yang ada di luar untuk membututi korban dengan ciri-ciri yang sudah disebutkannya. Para pelaku selalu bergerombol pada saat beraksi, paling tidak mereka melibatkan dua unit kendaraan roda empat.
"Setelah melihat situasi aman kemudian pelaku menghentikan kendaraan korban dengan cara menodongkan senjata api untuk merampas tas milik korban," ujarnya.
Bila korban melawan pelaku menembak korban dengan menggunakan senjata api yang telah disiapkan. P sudah ditangkap oleh Polda Jogjarkarta, sementara A.S ditangkap Polda Jawa Timur. Sedangkan Z, T dan masih dikejar polisi.
Korban keganasan sindikat Madura di antaranya adalah Sugiyana (49) warga Cakung Barat, Jakarta Timur. Sugiyana ditembak di toko material Cahaya Baru di Jalan Irigasi RT 002/04, Cakung, Jakarta Timur pada 26 Oktober sekira pukul 09.15 WIB. Dari tangan korban, pelaku berhasil menggasak uang senilai Rp85.400.000.
Korban lainnya yakni Irzan Harza (60) yang dirampok tersangka di depan foto copy xerok Sentra Niaga 1 Blok C nomor 36, Pejuang Medan Satria, Bekasi pada Rabu 1 Juni 2011. Dua korban tersebut ditembak pelaku dan saat ini masih kritis di rumah sakit. Barang bukti yang berhasil disita dari tersangka yakni alat kejahatan, satu unit HP, satu unit sepeda motor dan hasil kejahatan.
(abe)