tragedi sukhoi

Kampus Jangan Dijadikan Komoditi Politik!

Fahmi Firdaus - Okezone
Rabu, 1 Februari 2012 00:31 wib
Ilustrasi (Okezone)
Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Jaringan Mahasiswa Progresif Indonesia (JMPI) meminta kepada Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) agar segera menyerukan kepada rektor Se-Indonesia, jika kampus tempat menuntut ilmu bukan tempat komoditi politik

Koordinator JMPI Muhammad Warakaf, menduga adanya kegiatan dari sejumlah mahasiswa yang menurutnya sudah ditunggangi oleh elit-elit politik.

"Kami menyerukan kepada Mendiknas untuk mengintruksikan kepada Rektor-rektor di Indonesia untuk melarang kampus dijadikan komoditi politik," ujarnya dalam siaran pers yang diterima okezone, Selasa (31/1/2012) malam.

Dijelaskan dia, kampus merupakan lembaga ilmiah dan tempat proses belajar-mengajar untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Kampus menurutnyasangat tidak elok jika dijadikan sebagai alat politik oleh kelompok tertentu.

"Bukan sebagai tempat elit-elit politik untuk memenfaatkan mahasiswa demi mencapai kepentingan politiknya," katanya.

Sementara itu,  Koordinator BEM Batavia Raya, Rahmat Sholeh, menambahkan kuat dugaan adanya oknum yang diduga menunggangi sejumlah mahasiswa tersebut.

"Dengan menamakan itu secara konstitusional, tidak pernah ada. Serta oknum banyak yang menunggangi mahasiswa dengan politik. Itu banyak yang memanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk kepentingan tertentu saja," pungkasnya.

Seperti diketahui, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) menggelar pertemuan untuk membahas kinerja rezim SBY dengan tema "Tumbangkan Rezim SBY". Pertemuan itu digelar di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Jumat 27 januari lalu.

Selain mahasiswa, hadir pula beberapa mantan aktivis, antara lain Misbakhun, Adi Masardie, Adian Napitupulu, Ratna Sarumpaet, Haris Rusli Moti, Nando (Mantan Aktivis 1998) dan Saurip Kadi.

Mantan Aktivis ini memberikan semangat pada rekan-rekan mahasiswa yang hadir di Aula USNI ini, salah satunya adalah Haris Rosli Muti, dari Petisi 28. Dia mengenang tokoh-tokoh Revolusi Indonesia untuk menyemangati mahasiswa yang hadir.
(put)

  • ibnu tamiah » 0 Tanggapan
    astigfirullah... marilah semua pihak berkepala dingin.. apalagi namanya Mahasiswa tolong pikirkan rakyat banyak .... dan jauhlah kata2 kawan atau lawan tanamlah rasa persaudaraan.. jangan mau diadu domba ... berpikir jernihlah... dengan sabar kita tunggu tahun 2014 sesuai dengqn amanat demokrasi.. demi a***h saya bukan dari partai demokrat dan saya betul betul tidak masuk salah satu partai seorang rakyat yang yang mencintai dan medambakan semangat para pendahulu kita pejuang empat lima. kalau boleh berpendapat .. dalam era reformasi ini .. kita semuanya harus mengoreksi diri dan ada kemungkinan kita semua sudah salah...... Untuk mengatasi haruslah secara demokratis pula jangan menuding salah satu sistem .. bukan presiden saja, tapi juga DPRnya , Penegak hukumnya, termasuk kita rakyatnya ... bukan sudah jelas seorang koruptor malah menang dalam pemilu kada ...Jadi solusinya jika boleh diusulkan 1. Pemilu Legeslatif dan Presiden dipercepat . 2. Beri kesempatan DPR dan Presiden menyelesaikan tugasnya s/d 2014 dengan pengawasan dan kawalan dari pemberi amanah yaitu rakyat. melalaui Pembentukan Komisi Kebenaran. 3. Kembali ke UUD 1945 dengan perubahan Presiden dipilih secara langsung.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Irfan » 0 Tanggapan
    Kenyataan yang adalah fakta telah bergulir bahwa Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) telah menghasilkan maklumat yang telah di sahkan berdasarkan pandangan umum 21 Propinsi yaitu : "MAKLUMAT MAHASISWA BERSATU UNTUK RAKYAT MENGGUGAT SBY-BOEDIONO UNTUK MUNDUR DARI JABATANNYA DAN HARUS DI ADILI SEADIL ADIL NYA DAN MENCABUT MANDAT DPR MPR " (http://konsolidasi-nasional.blogspot.com/p/berita.html) Maka : 1. Menjadi sewajarnya Persatuan Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia di kawal, karena menghancurkan Konsolidasi Nasiona Mahasiswa Indonesia (KONAMI) sama dengan Kaki Tangan Istana (SBY-Budiono). 2. Membumi hanguskan semua yang menyalahgunakan dan menyelewengkan rel-rel yang telah di hasilkan dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) 3. Hanya dengan jalan Bersatu bersama Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) dalam Konsolidasi murni Gerakan Mahasiswa memikul mandat seluruh Perjuangan Gerakan Rakyat, maka Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (KONAMI) terselamatkan sebagai gerakan pemersatu dalam tujuan Kedaulatan Rakyat, yang teramanatkan dalam kesejarahan Bangsa Indonesia, Mari kita renungkan Bersama : Biarkan Alam bekerja atas kehendak NYA dan PERSATUAN MAHASISWA berada dalam TRAH dan FITRAH NYA seperti yang telah tergariskan dalam PERTAUTAN TALI RUH Kesejarahan Bangsa ini (Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Penegakkan Jiwa Pembukaan UUD 1945, Pancasila dan Atas Kemerdekaannya Indonesia harus berdaulat di bidang politik- berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya), karena itu PASTI ADANYA seperti KEPASTIAN Sondang membakar dirinya dan KEPASTIAN Pasukannya NYA yang sedang bekerja hari ini untuk INDONESIA. KAUR KA KA KHA?..KAUR KA KA KHA?..KAUR KA KA KHA...!!! KAWAN Atau LAWAN...!!! BELAH KETUPAT UNTUK PERSATUAN...!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.