JAKARTA - Pascapembakaran Kantor Bupati Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebanyak 52 tahanan asal Lambu dipaksa keluar dari Rutan Raba. Sebagian tahanan sudah menyerahkan diri ke Polres Bima.
“Sudah 11,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo usai mengikuti rapat kabinet di Istana Negara, Jakarta, Selasa (31/1/2012).
Timur meminta para tahanan kasus pemblokiran di Pelabuhan Sape lainnya untuk menyerahkan diri.
“Sekali lagi saya minta untuk segera menyerahkan diri,” tegasnya.
Sebelumnya, sekira 52 warga Lambu kabur setelah puluhan ribu orang menggeruduk Rutan Raba usai membakar kantor bupati dan kantor KPU pada Kamis 26 Januari lalu.
Aksi tersebut dilakukan sebagai protes karena bupati tidak juga mencabut SK 188 tentang izin pertambangan. Sebanyak 52 warga yang kabur ditangkap saat dan setelah polisi membubarkan aksi pendudukan Pelabuhan Sape pada 24 Desember 2011 lalu. Dalam kejadian itu setidaknya dua orang tewas dan belasan lainnya luka.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.