tragedi sukhoi

Debt Collector Ditikam Nasabah

Amba Dini Sekarningrum - Okezone
Kamis, 2 Februari 2012 20:15 wib

TANGERANG- Galih (30) seorang debt collector sebuah perusahaan pembiayaan harus dirawat intensif setelah ditikam Yusuf, warga Kampung Kebantenan, RT 03 RW 08, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Korban mengalami luka serius di punggung hingga tembus ke dada karena tikaman badik.

Kejadian ini berawal, saat empat orang debt collector mendatangi rumah pelaku Yusuf untuk menagih tunggakan motornya sudah melebihi batas ketentuan. Galih bersama tiga rekannya Indra (25), Doni (27) dan Deva (29) mengetuk pintu rumah pelaku. Karena kesal pelaku tak kunjung keluar maka Galih mengetuk dengan kencang.

"Awalnya saya yang mengetuk, tapi tidak dibuka, lalu Galih gantian mengetuk dan dibuka, sempat terjadi adu mulut antara Galih dengan pak Yusuf," kata Indra, salah seorang rekan Galih.

Dijelaskan Indra saat berdebat itulah, Yusuf tiba-tiba mencabut badik yang sudah diselipkan dipinggangnya. Mengetahui itu, Galih sempat berupaya kabur. “Tapi, pelaku sangat emosional dan menghujamkan badiknya ke punggung Galih hingga tembus ke dada," kata Indra lagi.

Galih yang sudah bersimbah darah langsung tersungkur di tempat, rekan-rekannya yang ada di lokasi langsung membawa korban ke salah satu rumah sakit swasta di Ciledug.

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Viktor Alexander Lateka saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. "Saat ini kami masih memburu pelaku karena setelah kejadian pelaku melarikan diri. Dari lokasi kami berhasil mengamankan barang bukti berupa badik yang digunakan tersangka melukai korban," jelas Viktor.
(ugo)

  • indigo » 0 Tanggapan
    g pandang mw sapa pelakunya, kekerasan dmana-mana tetep salah, tp.... tunggangan keren, kredit macet, malu ah.. pikir dong antara kebutuhan & kemampuan, gengsi d turutin, pola pikir tu yg ddepanin, nabung kek kan bs.. sabar kl ad pengen beli beli tu makanya, tau kredit berat tetep aj d ambil, ujung nya begini, kliatan mana yg niawatu ama modal nekat.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • SH » 0 Tanggapan
    makanya klo naggih yg Sopan,Sabar n jgn rombongan,cukup ber2 aj. akibatnya bgtu dech,tapi tdk apa-apa sesuai dgn propesi N resiko dr krj tsb. Buat pelajaran utk debt collector yg lain,klo nagih jgn galak2 kaya ambil warisan aj.kantor mana mau bayar biaya rumah sakit 100%. cepat modar aj,biar biaya berobat tdk membengkak.....!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ohang » 0 Tanggapan
    Utk para debt colector gak sekalian aja elo semua mampusss. Kalo itu ketemu gua udah gw badik satu persatu. Kalo perlu GW BAKAR HIDUP HIDUP
    Beri Tanggapan Laporkan
  • chris » 0 Tanggapan
    Ya.... Debt collector yg sopan lah kalau bertandang ke rumah orang lain. Wajar jika tuan rumah tidak berkenan. Jangan salahkan tuan rumah naik pitam. Yang terjadi malah bukan hanya adu mulut, nyawa jadi taruhannya...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.