JAKARTA - Pemilukada Jawa Barat baru akan berlangsung sekira satu tahun lagi. Nama Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna disebut-sebut akan ikut dalam pertarungan memperebutkan kursi Gubernur Jawa Barat meski sudah dibantah.
Lalu bagaimana peluang Nanan merebut hati rakyat Jawa Berat jika tetap ngotot maju?
Pengamat Politik Indo Barometer M Qodari mengatakan meski Nanan menjabat sebagai Wakapolri, namun namanya tidak cukup terkenal di kalangan masyarakat Jawa Barat.
"Walaupun dia Wakapolri tapi cukup berat peluangnya," kata dia saat berbincang dengan okezone, Kamis (2/2/2012).
Kata Qodari, jabatan Wakapolri hanya terkenal di kalangan elit tapi tidak begitu yang terjadi di kalangan masyarakat bawah. Perlu langkah yang cukup masif untuk mengangkat namanya agar lebih diketahui masyarakat.
"Intinya sosialisasi lah. Jabatan Wakapolri itu jarang muncul ke publik, mungkin orang akan lebih kenal Kapolda Jawa Barat dibandingkan dia," tukasnya.
Tambahnya, Nanan harus berkaca pada pengalaman pendahulunya Adang Daradjatun yang gagal menjadi Gubernur DKI Jakarta pada beberapa waktu lalu.
Hal senada juga di katakan Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Ibramsjah. Selain namanya kurang popular, Nanan juga akan kesulitan maju sebagai calon gubernur karena belum mendapat dukungan partai politik.
"Figur polisi di mata masyarakat tidak terlalu bagus, bahkan saat ini dianggap musuh," cetusnya.
Ibaramsjah mengatakan sah-sah saja jika Nanan mencalonkan diri, tapi tentu harus ada yang meyakinkan masyarakat. "Dia harus mampu mensejahterakan masyarakat," pungkasnya. (tri)
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.