tragedi sukhoi

Kronologis Penembakan Brimob Sumut Tembak Warga Riau

Banda Haruddin Tanjung - Okezone
Kamis, 2 Februari 2012 19:40 wib
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

PEKANBARU - Brimob Polda Riau telah menembak lima warga Batang Kumuh, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Sementara lima orang lainnya ditangkap.

Kuasa hukum warga Batang Kumuh, Nasir Sitohang menuturkan mengatakan kronologis peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 11.00 WIB, alat berat milik perusahaan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) Sumatera Utara memasuki daerah persengketaan. Hal ini membuat warga Batang Kumuh mendatangi alat eskator tersebut. Hal itu karena warga mengkalim tanah yang berbatasan antara Sumut-Riau adalah milik tanah warga.

Akibatnya, terjadilah keributan antara warga dengan karyawan perusahaan. Namun tiba-tiba puluhan personil Brimob Polda Sumut yang membeking perusahaan dengan senjata lengkap langsung menyerang warga.

"Saat itu polisi menembaki warga dengan membabi buta. Warga berhamburan menyelamatkan diri. Sebagian warga terkena luka ditembak sedangkan yang lain ada yang ditangkap,"katanya kepada okezone Kamis (2/2/2012).

Saat ini, sambung Nasir, warga yang selamat dari tindakan membabi buta personil brimob Polda Sumatera Utara bersembunyi ditempat yang aman. (sus)

(ahm)

  • abdi » 0 Tanggapan
    sepertinya polisi g pernah belajar dr kasus2 sebelumnya.emg g pada sekolah ya? Aneh
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ilham » 0 Tanggapan
    ach, lg2 mslh perebutan lahan utk prkebunan sawit.. tp, knpa Y para aparat ke amanan lbih memihak para pengusaha perkebunan tsbt.. lagi2 jd koboy gila, men tembak2 aja.. g ingat kasus Mesuji ja blm kelar tmbh lg kasus plbhn sampe Bima.. nah ini pula, mslh yg sm.. para aparat keamanan yg tugasx mngayomi mlh trng2n jd musuh msyrkt.. kami bkn musuh kalian (aparat) hah, emang semuax brawal dr Duit Y.. smua mslh gara2 duit.. eh, ingat.. aparat keaman yg byari gaji klen kan dr pajak kami (masyarakat).. ingat itu..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.