Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketua Majelis Tinggi Konghucu 'Curhat' ke Presiden

Susi Fatimah , Jurnalis-Jum'at, 03 Februari 2012 |16:55 WIB
Ketua Majelis Tinggi Konghucu 'Curhat' ke Presiden
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Umat Konghucu di Indonesia mengeluhkan belum adanya mata pelajaran agama Konghucu di sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi seluruh Indonesia.
 
Hal tersebut diungkapkan Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Wawan Wiratna dalam pidatonya di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dalam Perayaan Tahun Baru Imlek ke 2563 di Jakarta Convention Centre Senayan, Jumat (3/2/2012).
 
"Bersama ini kami juga laporkan bahwa umat Konghucu masih mendapatkan kendala dalam mata pelajaran Konghucu di sekolah dan beberapa perguruan tinggi," ujar Wawan.
 
Kendati demikian, sambung Wawan dirinya berterimakasih karena telah dilayani dengan baik di bawah Sekretaris Jendral Agama. "Semoga kedepan semakin ditingkatkan, agar kedepan bisa memiliki ruang lingkup yang lebih luas," katanya.
 
Dalam perayaan Imlek tahun ini, Wawan berharap masyarakat Indonesia yang majemuk tetap hidup rukun dalam perbedaan baik perbedaan ras, etnik, agama maupun status sosial.
 
"Sebagai bangsa kita amat majemuk. Ras, suku, etnik, agama, status sosial kita amat beragam. Namun itu bukan alasan untuk tak rukun dan bersatu," tutupnya.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement