JAKARTA - Langkah kepolisian meminta bantuan TNI dalam mengamankan aksi unjuk rasa buruh disayangkan Ketua Serikat Pekerja Niaga, Bank dan Asuransi SPSI Andi Gani Nena Wea.
Dia mempertanyakan apa alasannya hingga polisi harus meminta bantuan TNI. "Seharunya polisi melihat sejauh mana eskalasi keamanannya, padahal tidak ada masalah. Kecuali dalam perang," kata dia di Jakarta, Jumat (3/2/2012).
Menurutnya, menghadapi massa memang sudah menjadi tugas Polri. "Biarkan polisi yang terdepan," tegasnya.
Dia meyakini, dengan adanya dialog yang baik antara pemerintah, pengusaha dan buruh masalah yang beberapa pekan terakhir menguap akan cepat selesai.
Menurutnya, aksi unjuk rasa buruh hingga menutup ruas jalan seperti yang terjadi di Bekasi beberapa waktu lalu sebagai akibat tidak adanya dialog yang baik. "Jangan disalahkan akibatnya, tapi cari penyebabnya. Kami anak bangsa, kami cinta NKRI, tidak mungkin menghancurkan negara ini," ungkapnya.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo membenarkan bahwa pihaknya melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk meredam aksi buruh yang berencana memblokir jalan tol Jakarta-Tangerang.
Timur mengaku pelibatan TNI itu untuk meredam para pendemo lantaran para demonstran itu skalanya cukup besar. Apalagi aksi unjuk rasa tersebut dilakukan di dekat Ibu Kota. Oleh sebab itu, kepolisian ingin mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang melanggar hukum.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.