tragedi sukhoi

Pelajar SMA Pesta Seks Dibantah Disdikpora

Jum'at, 3 Februari 2012 22:06 wib
Ilustrasi (Foto: Koran SI)
Ilustrasi (Foto: Koran SI)

GUNUNGKIDUL - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, menganggap video yang beredar luas bukan berisi adegan pesta seks, melainkan pelajar yang sedang berpacaran dan direkam oleh rekan mereka.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Sudodo, menganggap yang dilakukan pelajar salah satu SMA di Kecamatan Rongkop tersebut hanya berciuman.

Dijelaskannya, pihak sekolah bersangkutan sudah mengklarifikasi melalui berbagai tahapan, seperti memanggil murid beserta orangtuanya.

“Anak sudah dipanggil dan dijelaskan bahwa perilaku tersebut menyimpang dan ada sejumlah pernyataan untuk tidak mengulang perbuatan mereka,” imbuh Sudodo, Jumat (3/2/2012).

Dia juga membantah para pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. “Enggak benar, kita masih di jalur pembinaan bukan mengeluarkan. Biar mereka bisa melaksanakan pendidikan dengan baik,” sambungnya.

Sementara itu kampanye memerangi kenakalan remaja akan semakin digalakkan, di antaranya Disdikpora sedang menyusun materi pelajaran terkait kenakalan remaja. “Kami akan koordinasikan dengan instansi terkait untuk jalan keluar,” katanya.

Selain itu pada Senin pekan depan Disdikpora menggandeng Kepolisian memimpin upacara bendera di setiap sekolah di Gunungkidul. ”Untuk Senin besok upacara bendera akan diinspekturi dari pihak Kepolisian, untuk memberikan materi tentang penyimpangan perilaku dan tertib hukum,” tandasnya.

Terpisah, Kabag Ops Polres Gunungkidul Kompol Suraji mengaku sudah mendapatkan surat tembusan untuk memberi penyuluhan kepada para siswa. Untuk itu, Polres akan mengerahkan perwira dan Kapolsek di seluruh Gunungkidul untuk membantu memberi penyuluhan.

Sementara dari informasi yang diperoleh, lima dari sembilan pelajar dalam video tersebut sudah meminta maaf di hadapan guru, siswa, serta orangtua murid dalam upacara yang dilakukan di sekolah kemarin.

“Mereka tidak dikeluarkan. Ada satu yang memang tidak masuk, mungkin karena malu,” kata seorang sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

(Markus Yuwono/Sindoradio/ton)

  • loiz » 1 Tanggapan
    dihukum cambuk saja...
    • wahyu hidayat
      guys, ini Indonesia, gak nerapin hukum itu, hukum itu bisa dijalankan kalo terbentuk Khilafaurasyidin nanti itu,, NGERTI LO ??
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Made Ngapirin » 0 Tanggapan
    Agar sgera diadakan pembinaan khusus kepada mereka yang terlibat(tanpa dikeluarkan dari sekolah) dan diberikan sangsi tegas. Untuk antisipasi bagi para siswa di Gunung Kidul agar segera dan sesering mungkin di adakan pembinaan (dengan ceramah-ceramah) tentang "Kesehatan Mental dan kesehatan produksi bagi pelajar", agar jangan sampai kasus yg sama terulangi
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Syarifudin Timur » 0 Tanggapan
    Usut sampai tuntas
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.