tragedi sukhoi

Sempat Rusuh, iPhone 4S Kembali Dijual di China

Andina Librianty - Okezone
Senin, 6 Februari 2012 10:54 wib
Ilustrasi (Foto: iphone4snews)
Ilustrasi (Foto: iphone4snews)

BEIJING - Setelah penundaan penjualan iPhone 4S pada Januari lalu di China, kini Apple akan kembali melanjutkan penjualan di negara tersebut. Ponsel teranyar Apple tersebut dapat dibeli melalui Apple Store online di daratan China.

Maka dengan begitu, artinya Apple telah mengakhiri penundaan penjualan selama hampir sebulan setelah ponsel tersebut diluncurkan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Walau penjualannya sempat ditunda, bukan berarti peminat pada ponsel tersebut menurun. Terbukti sejak Rabu lalu, toko online Apple di China telah menerima pesanan, tapi kemungkinan mereka baru bisa mendapatkan perangkat tersebut setelah beberapa waktu.

"Jika Anda membayar hari ini, mungkin Anda akan mendapatkan barang yang dibeli besok dan paling lambat pada 2 Maret," ujar perwakilan penjualan Apple, seperti dilansir Apple Insider, Senin (6/2/2012).

Dibuka kembali pesanan online ini, maka Apple telah menetapkan kebijakan penjualan yang ketat untuk menghalangi calo melahap persediaan online dan menjual kembali ponsel tersebut dengan harga yang melambung tinggi.

Apple memang memberlakukan aturan baru, dengan membatasi pembelian dua perangkat untuk satu orang. Tapi sepertinya harus ditinjau apakah aturan baru yang ditetapkan akan mengurangi jumlah unit yang terjual melalui jalur tidak resmi.

Namun sepertinya dengan aturan baru, beberapa toko Apple telah melihat perubahan. "Sejak kemarin, saat kami menerima pesanan secara online, tidak banyak orang yang menjajakan iPhone seperti sebelumnya," pungkas seorang karyawan Apple Store, di Xidan, Beijing.

Seperti diketahui penghentian penjualan iPhone 4S di China beberapa waktu lalu kemungkinan berasal dari masalah yang dihadapi saat terjadi kekacauan di Sanlitun, Beijing. Saat itu ada kerumunan besar dan sebagian diantaranya adalah calo yang telah berkumpul sebelum perangkat dirilis.

Kerumuman yang besar membuat toko terpaksa ditutup dan mereka mulai berulah. Saat itu mereka melempari lokasi toko dengan telur, setelah seorang pria dengan pengeras suara mengatakan bahwa perangkat tersebut tidak akan dijual.
(tyo)