tragedi sukhoi

Incar Cloud Enterprise, Microsoft Kampanyekan Office 365

Yoga Hastyadi Widiartanto - Okezone
Selasa, 7 Februari 2012 13:00 wib
ilustrasi logo Microsoft office 365 (foto : dooply.com)
ilustrasi logo Microsoft office 365 (foto : dooply.com)

JAKARTA - Microsoft mengkampanyekan Office 365 kreasi terbarunya untuk menarget pasar small medium bussines (SMB), dan enterprise. Produk terbaru ini diklaim mampu memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan para profesional sekaligus memberi penghematan biaya bagi perusahaan.

Microsoft Office 365 adalah layanan berbasis cloud yang meliputi Microsoft Office Professional Plus, Exchange Online, SharePoint Online, dan Lync Online. Karena berbasis cloud, Microsoft Office 365 ini dapat diakses dari mana saja asal terdapat koneksi internet.

"Cloud kami mencoba menjawab tantangan dari enterprise, yang biasanya meliputi biaya, keamanan, dan data center," terang Irving Hutagalung, Technology Advisor, Developer & Platform Group, Microsoft Indonesia, di kantor Okezone, Selasa (7/2/2012).

Dia mengatakan, booming-nya start up saat ini berhubungan dengan kehadiran cloud yang membuat biaya IT jadi lebih murah karena pengguna hanya membayar untuk yang mereka gunakan, tidak perlu melakukan patching untuk update dan produktivitas jadi meningkat karena pekerjaan bisa diakses dari mana saja.

Pihaknya melihat cloud sebagai suatu pilihan dan continuum (bertransisi secara bertahap), jadi berbeda dengan pernyataan, kalau ingin pindah ke cloud maka seluruhnya harus pindah. Cloud yang ditawarkan melalui Microsoft Office 365 ini bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Menyesuaikan pandangan tersebut, Microsoft Office 365 ini menawarkan kategori On-Premises Server, yaitu pengguna layanan bisa menempatkan infrastruktur di tempatnya sendiri. Lalu kategori Hosted Server, di mana pengguna memilih agar infrastruktur dan operasi cloud diurus bekerja sama dengan pihak lain, atau kategori Cloud Platform, di mana memilih untuk menyewa aplikasi tertentu yang dibutuhkan melalui cloud (misal hanya software akunting saja).

"Selain itu juga bisa di-mix. Misalnya untuk bagian yang sering ada di kantor maka ditempatkan di On-Premises, kalau untuk mereka yang dilapangan ditempatkan di Cloud," tambah Irving.

Fleksibilitas layanan cloud tersebut, menurut Irving, cocok untuk digunakan oleh SMB atau start up yang rentang waktu bisnisnya mungkin saja hanya enam bulan, kemudian tutup atau beralih ke bisnis yang lain.

"Untuk SMB kita tawarkan sesuatu yang menarik. Seperti tidak perlu memikirkan infrastruktur, soal manajemen IT-nya, juga soal upgrade yang otomatis dilakukan melalui cloud," tandasnya.

Microsoft Office 365 untuk kalangan perusahaan ini akan hadir dengan dua sistem pricing. Untuk kategori SMB, ditetapkan kapasitas maksimal pengguna dalam satu akun yang dibuat sebuah perusahaan adalah 50 orang. Sedangkan dalam kategori enterprise, tidak ada kuota maksimalnya, menyesuaikan dengan kebutuhan dan biaya.
(tyo)