JAKARTA - Pagi itu, puluhan warga melakukan aktifitas sehari-hari seperti mencuci, tidur, dan bermain dilakukan dibawah fly over Pamuda, Jalan Ahmad Yani, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur.
Mereka merupakan korban penggusuran lahan milik Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) DKI Jakarta, yang tidak memiliki tempat berteduh lagi sehingga terpaksa tinggal di bawah kolong fly over pemuda.
Salah seorang warga korban penggusuran, Sumarno, (61), menuturkan dirinya bersama istri dan enam orang anaknya sejak semalam, tinggal dibawah fly over Pemuda. "Saya belum mendapatkan kontrakan yang murah untuk ditempati," ujar Sumarno, kepada Okezone, Selasa, (7/1/2012).
Menurut pria yang berasal dari Desa Geneng, Ngawi, Madiun ini, di tempat tersebut terdapat sekira 400 Kepala Keluarga (KK). Mereka tak mampu membeli rumah karena kebanyakan hanya bekerja sebagai pemulung.
Sumarno mengatakan, sebelum digusur, dia sebenarnya sudah mengetahui bahwa kontrakan berukuran 2 x 2 meter yang ditempatinya adalah tanah sengketa milik Dinas Pemadam Kebakaran.
"Ya, mau gimana, abisnya kontrakan di sini cuma 200 ribu, dan penghasilan saya per hari hanya 30 ribu,” jelasnya.
Hal yang sama diungkapkan, Budi, (40). Dia hanya bisa berharap pemerintah membantu mencarikan tempat tinggal yang layak. “Kami sekarang bingung mau tinggal dimana,” ungkapnya.
Seperti diketahui, kemarin petugas menertibkan bangunan liar di atas tanah milik Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. Rencananya ditertibkan lahan tersebut akan dibangun Kantor Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.