JAKARTA -Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Ode Ida mendesak agar Pangdam Jaya, Mayjen Waris diganti secepatnya. Hal itu terkait pernyataan dia yang meminta kepada anggota TNI memukul mundur para buruh apabila nekat memblokir tol.
"Kita perlu mendesak ganti Pangdam. Tentara adalah tentara rakyat dan dibayar dengan uang rakyat, tidak ada alasan melakukan perlawanan dengan rakyat, sesuai dengan sapta marganya," kata Laode dalam diskusi di Rumah Perubahan, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Dijelaskan Laode, buruh yang demo hanya menuntut kenaikan upah Rp200 ribu. Tapi harus berhadap-hadapan dengan moncong senjata aparat. "Coba bandingkan dengan ruang Banggar DPR yang Rp20 miliar dan rapat mewah di mana-mana, itu kan aneh," ujarnya.
Pernyataan Pangdam, kata dia, sangat tidak mendidik, karena membenturkan TNI dengan rakyat yang mau menyalurkan aspirasinya. Panglima Kodam Jaya, Mayor Jendral TNI Waris saat apel pasukan di Parkir Timur Senayan Rabu 1 Februari lalu berjanji akan mempertaruhkan jabatannya demi mengamankan aksi demonstrasi buruh terkait penetapan upah minimum kota (UMK) di Tangerang, Banten.
"Bagi teman-teman Polri, kalau massa buruh menjarah dan membakar kami akan melakukan tindakan tegas. Teman-teman TNI silakan pukul mundur, saya akan wakafkan jasad saya di Kodam dan pertaruhkan jabatan saya," ucapnnya.
Waris mengatakan bila massa buruh tetap tidak puas terhadap pengamanan yang dilakukan Polri dan TNI, aparat akan tetap bergerak maju dan diberikan kewenangan untuk mengusir. Cara tersebut dilakukan sebagai langkah terakhir.
"Jangan sampai unjuk rasa buruh di Jakarta seperti kejadian di Thailand yang merambah sampai ke bandara," katanya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.