tragedi sukhoi

Apple Kecam Manipulasi Peringkat di App Store

Andina Librianty - Okezone
Rabu, 8 Februari 2012 15:22 wib
Ilustrasi (Foto: Slash Gear)
Ilustrasi (Foto: Slash Gear)

CALIFORNIA - Apple tampaknya geram terhadap manipulasi di peringkat App Store, bahkan jika pihak ketiga sekalipun yang bertanggung jawab atas tindakan curang tersebut.

Membuat aplikasi berdiri dipuncak teratas memang sangat sulit, mengingat ada sekira 500 ribu aplikasiyang tersedia untuk diunduh. Apple tahu bahwa pengembang membayar layanan pihak ketiga, untuk meningkatkan rangking aplikasi. Bahkan dari 25 aplikasi yang banyak diunduh, beberapa diantaranya bertengger di sana berkat metode ilegal tersebut.

"Ketika Anda membuat sebuah aplikasi yang bagus, Anda ingin semua orang tahu tentang hal itu. Namun bila Anda mempromosikan aplikasi, maka harus menghindari menggunakan layanan yang mengiklankan atau menjamin posisi teratas di chart App Store," ujar Apple memperingatkan pengembang di situsnya, seperti dilansir Mashable, Rabu (8/2/2012).

Apple sangat tegas dengan pernyataannya, bahkan tak menutup kemungkinan akan mencabut keanggotaan Apple Developer Program jika ada yang berbuat curang. "Bahkan jika Anda tidak terlibat secara langsung dalam memanipulasi peringkat chart App Store atau review pengguna, dengan menggunakan layanan yang melakukannya atas nama Anda maka dapat mengakibatkan hilangnya keanggotaan Apple Developer Program," tegas Apple.

Sementara itu di blog The New York Times Bits, menulis tentang postingan Walter Kaman di forum Arcade. Programer tersebut mengatakan, bahwa dia menemukan sebuah layanan seharga USD5 ribu yang menjanjikan mendorong aplikasi ke peringkat atas yang paling banyak diunduh di Apple dengan menggunakan perangkat lunak 'bots'.

Perangkat lunak ini bisa mengunduh aplikasi berulang kali, sampai peringkatnya mencapai posisi 25 teratas. Orang dibelakang layanan curang tersebut menunjukkan pada Kaman, bahwa 8 dari daftar 25 teratas berada di posisi itu berkat 'bots'.

Kamar mengklaim tindakan seperti itu, sebagai sebuah penipuan terbesar yang pernah ada. "Untuk semua waktu kerja keras saya mengembangkan aplikasi, saya sangat kecewa mengetahui bahwa 8 aplikasi lain itu ada di sana, hanya dengan membayar USD5 ribu," tandas Kaman.
(tyo)