DEPOK – Polres Depok telah berhasil menangkap pelaku pembobolan brankas antar pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan. Mereka adalah Ramli Bayau alias Ramli (38), Rustam Abas (35), dan Jauhari Patilassa (38) yang ditangkap akhir pekan lalu.
Belakangan diketahui, khusus untuk wilayah hukum Polda Bali sendiri, pelaku diduga telah beraksi sebanyak 26 kali. Hal itu ditegaskan secara langsung oleh Kanit IV, Reskrimum Polda Bali Kompol. I Gede Suta yang secara khusus mendatangi Polres Depok.
Suta mengatakan ketiga tersangka yang kini diamankan di Mapolres Depok itu diduga kuat terlibat aksi pembobolan brankas yang rata-rata terjadi di kantor atau gedung pemerintahan dan sekolah di kawasan Bali.
“Indikasi sementara mereka terlibat dalam beberapa rangkaian kasus pembobolan brankas yang terjadi di wilayah Krangkang, Denpasar, Badung dan Gianyar. Jumlah TKP yang berhasil kamim lacak sejauh ini mencapai 26 kasus. Namun guna mengetahui secara pasti kami masih menunggu proses penyidikan,” tuturnya kepada wartawan di Mapolres Depok, Kamis (8/2/2012).
Bukti keterlibatan Jauhari Cs, lanjut Suta, berdasarkan sejumlah hasil rekaman kamera CCTV yang ada dibeberapa TKP yang pernah mereka satroni pada pertengahan tahun 2011 lalu. Modus yang digunakannya pun sama yakni dengan cara menjebol dinding brankas.
Ketiga pelaku sindikat pembobol brankas sejumlah sekolah, dan bank swasta ini diringkus tim Buser Polres Depok di sebauh tempat bernama Gedung Biru, di Kalimalang, Jatimulya, Bekasi, Sabtu pekan lalu.
Selain di Depok dan Bali, ketiga pelaku diduga kuat terlibat kasus serupa di wilayah Tegal, Jawa Tengah, Solo, Madiun, Kalimantan, Jakarta Utara dan Karawang.
(put)