tragedi sukhoi

Oknum Anggota Polisi Militer Aniaya Janda

Rabu, 8 Februari 2012 00:40 wib
ilustrasi (dok.okz)
ilustrasi (dok.okz)

MOJOKERTO- Kekerasan aparat terhadap warga sipil terjadi di kota Mojokerto. Seorang janda, warga Kelurahan Gunung Gedangan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto mengalami luka di mulut dan di tangan setelah dihajar oleh anggota detasemen polisi militer Mojokerto.

Korban yang seorang janda diketahui bernama Murtini (45). Dia dianiaya oleh Kopral Kepala Waluyo oknum anggota denpom Mojokerto karena dilatarbelakangi persoalan hutang piutang.

Murtini dianiaya di Kafe Jendela Jalan By Pass Kota Mojokerto, Selasa (7/2/2012). Awalnya korban bermaksud menagih hutang kepada Kopka Waluyo sebesar Rp 1,3 juta.

Saat ditagih bukan uang yang didapat, namun pelaku langsung emosi dan memukuli tangan dan wajah korban sebanyak dua kali. Korban sempat melawan namun pelaku justru memukul korban di bibir hingga robek.

Usai dianiaya korban melaporkan peristiwa ini ke kantor Subdenpom Mojokerto. Oleh petugas Denpom pelaku dibawa ke Rumah Sakit Dokter Wahidin Sudiro Husodo kota Mojokerto hanya untuk berobat bukan divisum.

Tak puas dengan laporan tersebut, korban kemudian melapor ke kantor Garnisun di Mojokerto. Petugas Garnisun pun membawa korban kembali ke rumah sakit dan melakukan visum

Korban yang didampingi pengacaranya ini mengaku tidak terima dengan perilaku pelaku. Dia pun berjanji akan menempuh jalur hukum. Sementara itu pihak Detasemen Polisi Militer Mojokerto belum bisa dikonfirmasi karena Komandan Denpom sedang tidak berada di tempat.
(Sholahudin/Sindo TV/ugo)

  • nagarjuna » 0 Tanggapan
    seorang anggota POM hendaknya dapat mmbedakan antara tugas dan kewajibannya, tidak semua permasalah hrus diselesaikan dengan tangan. Ingat ini era reformasi, bukan era orde baru yg dimana militer bertindak semaunya, jika rakyat sdah trsakiti maka rakyat akan melawan.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.