tragedi sukhoi

Gubernur Sesalkan Ada Geng ABG Wanita di Bali

Rohmat - Okezone
Rabu, 8 Februari 2012 15:38 wib
Youtube remove video kekerasan ABG Bali (Foto: Danang K/okezone)
Youtube remove video kekerasan ABG Bali (Foto: Danang K/okezone)

DENPASAR- Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyesalkan adanya geng anak baru gede di Bali yang melakukan penganiayaan terhadap temannya, seperti terekam dalam tayangan video “Kekerasan ABG Bali” di dunia maya.

"Saya sangat menyesalkan kasus kekerasan ini, apalagi pelakunya anak masih di bawah umur," ujar Pastika ditemui wartawan di kantor DPRD Bali di Renon, Denpasar, Rabu (8/2/2012).

Pastika tidak menyangka, jika di Bali yang dikenal dengan nilai-nilai adat budaya dan menjunjung tinggi norma-norma sosial dan agama terjadi peristiwa seperti itu.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Bali dan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus yang melibatkan para pelaku yang sebagian besar putus sekolah tersebut.

Meski begitu, Pastika meminta aparat penegak hukum dalam menangani kasus yang melibatkan anak di bawah umur agar diperlakukan secara baik.

Sebab peristiwa tersebut bukan kriminal biasa yang melibatkan orang dewasa, melainkan dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.

"Jangan sampai penyelesaian kekerasan itu melahirkan kekerasan baru, tidak boleh," katanya mengingatkan.

Ditanya mengenai para remaja ini yang putus sekolah, Pastika kembali heran. Pasalnya pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan cukup besar. Dukungan pemerintah diberikan lewat program sekolah gratis bagi keluarga miskin juga beasiswa bagi seluruh siswa.

Selain itu ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), 20 persen APBD sudah dialokasikan untuk sektor pendidikan. "Kenapa masih saja ada anak yang putus sekolah kemudian menjadi geng," ucapnya dengan nada tanya.

Belajar kasus tersebut tidak menjelar dan terulang di kemudian hari, pihaknya memerintahkan Kadis Pandidikan, mulai provinsi hingga kabupaten agar mengambil langkah-langkah antisipasi dan pembinaan di lingkungan sekolah.

Dengan masih adanya fakta anak putus sekolah di Bali, Pastika menengarai ada yang tidak beres dengan sistem pendidikan di Bali atau mungkin mekanismenya yang salah.

"Tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah di Bali," tegasnya.
(kem)

  • @khodier » 0 Tanggapan
    Yg jelas tanggung jawab kita semua,bukan saatnya sling menyalahkan.harus kita akui..gaya hidup lebih cepat dari pendidikan moral itu sendiri.intinya,,beri pendidikan yg jadi haknya,ajarkan moral & agama dlm keluarga,tetap waspada terhadap lingkungan luar,dan perhatikan setiap gerak-gerik anak tersebut.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Pan Sindir » 0 Tanggapan
    Gubernur Bali tidak usah repot turun tangan masalh ini, ini masalh kecil. Banyak urusan jadi seorang Gubernur tentang masalh yg lebih besar untuk Rakyat. Lihat kelapangan Pak. Jalan di Tabanan rusak hampir 90%, PNS berkeliaran di jam kerja hampir tiap hari, dan masih banyak lagi. Jangan ngomong Bali Mandara aja Pak. Yang di perluakan adalah Action atau Tindakan NYATA.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • adit » 0 Tanggapan
    bagusssssssssssssssssss teruskan kekerasan di indonesia
    Beri Tanggapan Laporkan
  • I nyoman sumantra » 0 Tanggapan
    Dukung aparat penegak hukum usut tuntas kasus ini ken telah mencemarkan Bali yg cinta damai. Bukan kegagalan sistem pendidikan, tapi memang anak2 itu yg gagal Dan males belajar, buktinya lbhbanyak anak seumur mereka yg terus bersekolah. Tetap hukum mereka !
    Beri Tanggapan Laporkan
  • I nyoman sumantra » 0 Tanggapan
    Dukung aparat penegak hukum usut tuntas kasus ini ken telah mencemarkan Bali yg cinta damai. Bukan kegagalan sistem pendidikan, tapi memang anak2 itu yg gagal Dan males belajar, buktinya lbhbanyak anak seumur mereka yg terus bersekolah. Tetap hukum mereka !
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.