JAKARTA - Teka-teki dibalik Yawadwipa, investor asal Singapura yang mengklaim berani membeli Bank Mutiara senilai Rp6,7 triliun belum terjawab.
Di samping merupakan sebuah perusahaan baru, kelakuannya yang belum pernah bertandang ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pemilik resmi eks bank Century tersebut juga patut dipertanyakan. Benarkah sekuritas Merril Lynch milik Bank of America berada di balik Yawadwipa?
"Motifnya (menawar Bank Mutiara Rp6,7 triliun) saya tidak tahu ya,karena orang ambil Rp2 triliun saja sudah pikir. Masalah politiknya ini enggak akan pernah selesai-selesai, cuma karena kalau akhirnya berani. Itu kan Merril Lynch ya di belakang itu sehingga ya memang tanda tanyanya kok berani segitu apa sasarannya?" selidik pengamat ekonomi sekaligus Komisaris BRI Aviliani ditemui di Jakarta, Rabu (8/2/2012)
Pernyataan Aviliani yang berani mengungkapkan siapa dibalik Yawadwipa adalah Merril Lynch itu menarik karena dia bukanlah nama baru lagi di bidang keuangan.
Seperti dikutip okezone dari situs resmi Merril Lynch, perusahaan di bawah bank of America ini adalah sebuah financial institusi terbesar yang menangani klien dari skala kecil sampai besar. Merril Lynch melayani keuangan di perbankan, asset management, dan berbagai solusi permintaan risk management serta service lainnya.
Sebelumnya. Merril Lynch juga tercatat pernah menangani right issue saham Indosat di tahun 2002.
Aviliani memang mempertanyakan Yawadwipa yang berani menawar eks Bank Century senilai Rp 6,7 triliun di saat yang lain hanya berani bisik-bisik menyebut harga Century hanya Rp1,2 triliun dan tak akan lebih dari Rp2 triliun. Membeli bank bermasalah yang kasus politiknya belum akan selesai dengan harga setinggi itu, dinilai Aviliani tidak efektif.
"Dilihat rasional enggak mungkin (beli Bank Mutiara Rp6,7 triliun) Kenapa enggak beli bank yang harganya lebih murah terus digedein, itu pertama. Kedua, orang berani Rp1,2 sampai Rp2 triliun, dia berani sampai Rp6,7 triliun. Itu yang harus jadi pertanyaan," tandas dia.
Ketika okezone mencoba mengkonfirmasi kebenaran hal ini kepada Presiden Direktur Merril Lynch Indonesia Lily Widjaja lewat telepon dan pesan singkat, belum dijawab.
(wdi)