tragedi sukhoi

Pram: Bongkar Kongkalikong Proyek Banggar!

Ferdinan - Okezone
Kamis, 9 Februari 2012 11:51 wib

JAKARTA- Wakil Ketua DPR Pramono Anung mendukung proses penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas proyek renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) DPR. Dia meminta agar KPK membongkar kongkalingkong dalam proyek tersebut.

Pramono berharap penyelidikan yang dilakukan KPK dapat membongkar dugaan ‘permainan’ proyek senilai Rp20,3 miliar.

"Silakan kepada siapapun, terutama KPK untuk melakukan penyelidikan, penyidikan persoalan itu. Karena ini sudah menjadi ranah resmi KPK, pimpinan menunggu apa yang bisa ditemukan yang berkaitan dengan ruang Banggar," kata Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/2/2012).

Pramono menambahkan, penelusuran KPK juga dapat menemukan dugaan pelanggaran kode etik anggota dewan. BK DPR lanjutnya telah menemukan dugaan pelanggaran etika. "Cuma pelanggaran itu belum sampai pada nama. Supaya ini tidak jadi beban persoalan karena sudah melaporkan kepada KPK, maka yang dikatakan pelanggaran etika tadi bisa ditelusuri oleh KPK," sambungnya.

Badan Kehormatan (BK) DPR sebelumnya telah menerima surat dari KPK untuk menindaklanjuti dugaan mark up proyek ruang Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Wakil Ketua BK DPR Siswono Yudohusodo mengatakan KPK mengirim tiga orang untuk melakukan pengkajian tahap awal dari proyek yang menelan biaya Rp20,3 miliar. "KPK kirim surat secara resmi dan telah mengirim tiga orang di DPR untuk menindaklanjuti kasus Banggar," kata Siswono.

Lebih lanjut Siswono mengatakan, berdasarkan kesimpulan BK, proyek ruang Banggar mewah terindikasi adanya penyimpangan prosedur, proses dan etika dalam perencanaan dan pengerjaan. Namun BK hanya fokus mengusut dugaan pelanggaran kode etik dewan, sementara dugaan mark up proyek sepenuhnya diserahkan ke KPK bekerjasama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Untuk permasalahan kode etik, indikasi yang terlihat adalah adanya pembiaran dari anggota dewan akan pengadaan barang mewah, dalam hal ini ya BURT," sebutnya.
(ugo)

  • Lembaga Study Kebijakan Publik (eLSKaP) » 0 Tanggapan
    Rakyat sudah muak KPK HARUS GENCARKAN LANGKAH Benar, sebaiknya KPK langsung ambil alih -- kesampingkan proses investigasi yang sedang dilakukan BK DPR RI -- yaitu dengan melakukan penyidikan terhadap indikasi adanya kongkalikong dalam proyek renovasi ruang Ban-Gar lebih Rp 20 M. Bila penyidikan kasus ini bisa segera jalan bersamaan kasus Dana DPPID yang melibatkan Wa Ode, maka sangat mungkin ke-2 kasus ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar sekian banyak praktek mafia anggaran dan lain-lain yang selama ini dikemas rapih di dalam kelembagaan DPR RI, baik dalam tubuh Sekretariat Jenderal mau pun Keanggotaan DPR RI periode 2009-2014. Sesungguhnya praktek mafia anggaran dan bentuk kongkalikong lainnya dalam tubuh DPR RI sejak lama sudah menjadi semacam rahasia umum, sehingga rakyat pun banyak yang tidak lagi menaruh kepercayaan terhadap badan ini, oleh karena itu KPK harus lebih gencar melakukan pengusutan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dani » 0 Tanggapan
    biasa .......setiap ada kasus banyak yg cuma teriak2 dari pinggir saja. b***i semua!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.