tragedi sukhoi

Kader Demokrat 'Nyanyi' Politik Uang di Kongres Bandung

Rizka Diputra - Okezone
Kamis, 9 Februari 2012 17:06 wib
Ilustrasi (foto:Ist)
Ilustrasi (foto:Ist)

JAKARTA- Kisruh internal Partai Demokrat seakan tidak ada habisnya. Setelah didera isu perpecahan ditambah kadernya yang tersangkut kasus hukum kini isu tak sedap kembali menerpa partai berlambang bintang mercy itu.

Dugaan adanya praktik politik uang dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat pada kongres di Bandung tahun 2010 kembali santer terdengar.

Hal tersebut disampaikan mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Diana Maringka. Dia mengaku siap mengembalikan uang Rp100 juta yang diduga diterima dari salah satu kubu calon Ketua

Diana mengatakan, jika uang Rp100 juta itu diterimanya di sebuah hotel di Bandung. Tujuan pemberian uang itu agar dirinya memilih salah satu calon.

”Saya siap mengembalikan uang itu,” ujar Diana, dalam keterangannya Kamis (9/2/2012)

Diana menuturkan sebanyak 11 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Sulawesi Utara bahkan menerima dana. ”Saya tahu karena kami dikumpulkan di sebuah hotel, lalu dibagi uang satu per satu. Saya berani sumpah,” bebernya.

Dia menambahkan uang tersebut diterimanya secara bertahap. Pada hari yang pertama dia menerima Rp30 juta. Sedangkan sisanya USD7.000. Uang tersebut diserahkan tiga jam sebelum waktu pemilihan.
(ugo)

  • FEN YASIN ARFAN » 0 Tanggapan
    KATANYA PARTAI DEMOKRAT INGIN MEMBERANTAS KORUPSI ,DI MANA2 SAYA TETAP LIHAT BAJU SBY DAN BUNIYONO LANJUTKAN DAN BERSIHKAN KORUPSI ITU BOHONG TAPI KENYATAAN APA NOLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • alih-alih » 0 Tanggapan
    udahlah mas anas, keluar aja deh dari persembunyianmu, daripada dicokok polisis langsung di rumah mendingan nyerahin diri ajalah,kan lebih terhormat gitu loh
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Saut Marpaung » 0 Tanggapan
    Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat mengaku menerima uang 100 juta dan sebuah blackberry dari tim sukses Anas Urbaningrum, saat dikonfirmasi ketua tim sukses Bp. Achmad Mubarok, yang juga petinggi partai langsung membantahnya dan mengatakan bahwa pengakuan tersebut adalah sebuah rekayasa. Sungguh ironi, partai yang pada awalnya memiliki image 'anti korupsi' memiliki kader yang responnya negatif terhadap pengakuan kadernya. Apakah rakyat masih mau memilih partai yang memiliki petinggi seperti ini???
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.