SURABAYA - Sebelum menembak kepalanya sendiri, Briptu Dodik Setyawan, anggota Polsek KP3 Tanjungwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sempat menerima telepon.
Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Tayib. Sayangnya, Hilman belum bisa menjelaskan siapa yang menghubungi Briptu Dodik.
Sekira pukul 16.00 WIB Rabu kemarin, pria berusa 33 tahun itu bertugas di Mapolsek KP3 Tanjungwangi bersama Brigadir Arif dan Brigadir Sugi.
“Sebelum bunuh diri memang ada telepon. Kemudian yang bersangkutan pergi ke belakang pos jaga Mapolsek,” kata Hilman ketika dihubungi okezone, Kamis (9/2/2012).
Briptu Dodik, lanjut Hilman, keluar pos sembari menerima telepon. Beberapa saat kemudian terdengar suara letusan senjata. Brigadir Arif dan Sugi langsung menuju ke lokasi suara tembakan.
“Briptu Dodik ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan luka tembak di kepala bagian pelipis,” ungkapnya. Namun belum bisa dipastikan apakah materi pembicaraan di telepon seluler itu yang menyebabkan Briptu Dodik bunuh diri.
Polisi dengan NRP 79080620 itu diduga bunuh diri menggunakan senjata api jenis S&W dengan nomor registrasi 62-4389. Senjata tersebut merupakan inventaris Polsek KP3 Tanjungwangi.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.